Breaking News:

Hari Kartini

Hannah Al Rasyid: Jangan Samakan Semua Hidup Wanita di Indonesia Aman

Menurut aktris Hannah Al Rasyid (32), perayaan Hari Kartini di Indonesia beberapa tahun belakangan ini mengalami kelunturan esensi maknanya.

Penulis: Arie Puji Waluyo | Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/ARIE PUJI WALUYO
Hannah Al Rasyid di sela Press Junket film 'Jailangkung 2', di Kinosaurus Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (19/4/2018) sore. 

TANGGAL 21 April menjadi momentum besar bagi wanita Indonesia, untuk melestarikan perjuangan pahlawan Raden Adjeng Kartini Kartini.

Berbagai cara dilakukan masyarakat dari segala usia untuk merayakan Hari Kartini. Tidak hanya masyarakat biasa, kalangan dinas dan pegawai kantoran jug tak luput memeriahkan perayaan Hari Kartini.

Namun, menurut aktris Hannah Al Rasyid (32), perayaan Hari Kartini di Indonesia beberapa tahun belakangan ini mengalami kelunturan esensi maknanya.

Baca: Kartini Masa Kini, Jadi Pengemudi Ojek Online demi Anak Bisa Sekolah Tinggi

Oleh karena itu, Hannah meminta masyarakat Indonesia, khususnya para perempuan di generasi milenial, untuk melihat semua perjuangan Kartini yang berdampak para wanita bisa bersekolah dengan leluasa.

"Menurut saya mereka (wanita) harus merayakan Hari Kartini. Harus melihat, tanpa tokoh feminis seperti Kartini, mereka tidak akan ada semangat untuk sekolah, pilih pasangan hidup sendiri, mencapai karier setinggi langit," tutur Hannah Al Rasyid, ditemui di sela Press Junket film 'Jailangkung 2', di Kinosaurus Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (19/4/2018) sore.

"Gua melihat generasi sekarang hidup yang sekolah sudah ada aksesnya. Lo bisa nikah sama siapa pun, bisa cari kerja sendiri, dan lain-lain. Jangan sampai kalian nyaman dengan gaya hidup yang seperti itu," sambungnya.

Baca: Jejak Veronica Tan di PAUD Anggrek Bulan

Hannah mengimbau perempuan zaman sekarang jangan terlalu menikmati apa yang dirasakan saat ini, yakni hidup yang serba mudah.

Padahal, menurut Hannah, masih banyak perempuan Indonesia yang masih hidup dengan kondisi tertekan, tertindas, dan tidak ada akses ke pendidikan.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved