MRT Jakarta

Masinis MRT Harus Kantongi Sertifikat dari Kementerian Perhubungan

Mega menjelaskan, praktik belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat, karena perlintasan MRT masih dalam tahap penyelesaian.

Masinis MRT Harus Kantongi Sertifikat dari Kementerian Perhubungan
WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Kepala Divisi Operasi PT Mass Rapid Transid (MRT) Jakarta Mega Tarigan 

KEPALA Divisi Operasi PT Mass Rapid Transid (MRT) Jakarta Mega Tarigan mewajibkan semua masinis memiliki sertifikasi yang diterbitkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sebagai syarat pengoperasian MRT pada Maret 2019.

Beberapa rangkaian tes berstandar tinggi harus dilewati, dan yang paling penting para masinis menjalani trial, yaitu mengoperasikan MRT di lintasan asli.

"Sertifikasi harus ada. Makanya mereka harus menjalani praktik lintas dulu, yang rencananya dilaksanakan November 2018 nanti," ujar Mega di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Rabu (18/4/2018).

Baca: Perdana Menteri Australia Puji Jokowi: Beliau Adalah Salah Satu Panutan Pemimpin Dunia Saat Ini

Mega menjelaskan, praktik belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat, karena perlintasan MRT masih dalam tahap penyelesaian.

"Praktik harus menunggu konstruksi selesai, barulah kita bisa lakukan trial run. Proses sertifikasi ini biasanya memakan waktu tiga bulan, paling lambat Maret 2019 seluruh masinis sudah punya," ungkapnya.

Mega menginformasikan, sampai saat ini pihaknya memiliki 41 masinis, dan enam di antaranya adalah perempuan yang akan mengoperasikan MRT.

"Saat ini sudah ada 41 orang, enam perempuan, namun dua orang masih menjalankan pelatihan di Malaysia dan satu orang di Madiun," jelasnya. (*)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved