Laga di Piala Dunia 2018 Diawasi Empat Petugas VAR
Keempat petugas memiliki tugas berbeda-beda. Satu asisten petugas VAR akan bertugas mengamati siaran langsung sementara review dilakukan.
WARTA KOTA.COM - Jumlah perangkat pertandingan di setiap laga Piala Dunia 2018 dipastikan berlipat ganda.
Jika biasanya hanya empat orang, laga-laga di Piala Dunia 2018 dipastikan akan dikawal delapan orang.
Selain satu wasit, dua hakim garis, dan seorang ofisial keempat, akan ada empat petugas video assistant referee (VAR).
Hal itu disampaikan mantan wasit asal Italia, Roberto Rosetti, yang bertanggung jawab mengurusi VAR selama perhelatan Rusia 2018, Rabu (18/04/2018) di Coverciano, Italia.
Keempat petugas itu, menurut Rosetti, akan memiliki peran berbeda-beda.
“Petugas VAR utama merupakan sosok yang akan berkomunikasi dengan wasit. Dia juga yang berhak menyarankan untuk memeriksa tayangan di pinggir lapangan,” kata Rosetti seperti dikutip Football5Star.com dari Channel News Asia.
Sementara itu, satu asisten petugas VAR akan bertugas mengamati siaran langsung sementara review dilakukan.
Lalu, satu asisten lainnya khusus mengamati soal offside dengan mengamati rekaman dari dua kamera khusus yang dipasang untuk menentukan situasi offside atau tidak.
Adapun satu petugas lain akan berperan mendukung petugas utama dengan salah satu tugas memastikan komunikasi berjalan bagus di antara semua petugas di tim tersebut.
Jumlah petugas di setiap pertandingan pun sebetulnya lebih banyak.
Pasalnya, selain empat petugas VAR, masih ada empat orang lagi yang bertugas sebagai teknisi kamera dan layar monitor.
Juga ada satu perwakilan FIFA yang akan menayangkan penjelasan dari setiap putusan lewat VAR di layar raksasa.
Keberadaan para petugas tambahan tersebut menurut Pierluigi Collina selaku Kepala Wasit FIFA, ditujukan untuk memastikan setiap putusan yang diambil bisa dimengerti dengan baik oleh banyak orang.
“Kita harus ingat bahwa tujuan dan kesuksesan VAR yang utama juga sangat bergantung pada bagaimana hal itu dipahami. Ini adalah tentang upaya menghindari kesalahan-kesalahan besar yang nyata,” urai Collina.
“Ini bukan tentang mewasiti pertandingan dengan teknologi. Tujuan utama dari penggunaan teknologi ini bukan untuk mengecek setiap kejadian kecil.”
Pada praktiknya nanti, menurut Collina, semua akan terpusat di Moskow. Di kota itu pula semua wasit yang bertugas ditempatkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/var_20180419_194415.jpg)