Ini Jurus 'Susinisasi' Ala Menteri Susi Pudjiastuti Berantas Korupsi, Melarang Kata-kata Bersayap

Dalam melaksanakan Susinisasi, Susi melarang kata-kata yang bersayap dalam pengajuan program di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

TwitterVeronica Koman
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Mama Nur Heremba di Fakfak, Papua. 

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti punya jurus andal untuk memberantas serta menekan pemborosan anggaran di kementerian yang dipimpinnya.

Jurus tersebut memiliki nama 'Susinisasi', yang menurut Susi diberi nama oleh Presiden Joko Widodo. Jurus tersebut diperkenalkan Jokowi kepada menteri Kabinet Kerja saat rapat paripurna.

Dalam melaksanakan Susinisasi, Susi melarang kata-kata yang bersayap dalam pengajuan program di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Menurut Susi, hal ini kerap membuat program titipan masuk dalam program kementerian.

Baca: Persilakan Direktur Utama Dharma Jaya Mundur, Anies Baswedan: Tak Ada Orang yang Tidak Bisa Diganti

"Satu yang dilarang adalah kata-kata bersayap. Seperti pemberdayaan, empowerment, penguatan. Yang begitu tidak boleh di KKP," jelas Susi di Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018).

Menurut Susi, banyak hal yang sebenarnya bersifat koruptif, justru dianggap biasa oleh birokrat. Sehingga, ia membuat beberapa perubahan melalui Susinisasi.

Susi juga menggunakan skala prioritas dalam menggunakan uang negara. Dirinya melakukan efisiensi program-program pendukung di KKP. KKP juga mengendapankan keterbukaaan dalam membeberkan program dan anggaran.

Baca: 31 dari 40 Gedung yang Diperiksa Sudah Punya Sumur Resapan

"Kami selalu publikasi apa pun di website, termasuk anggaran yang dikeluarkan seperti pembelian kapal. Jadi masyarakat tahu harganya," tuturnya.

Susi mengklaim sistem ini lebih efektif dalam menghemat serta mencegah penyelewengan anggaran. Selama tiga tahun, KKP bisa menghemat anggaran negara hingga Rp 8,83 triliun. (Fahdi Fahlevi)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved