Penerapan Ganjil Genap Jalan Sudirman Thamrin Ditambah Satu Jam

BPTJ) mengusulkan agar waktu penerapan sistem serupa di sepanjang ruas Jalan Sudirman-Thamrin ditambah satu jam.

Penerapan Ganjil Genap Jalan Sudirman Thamrin Ditambah Satu Jam
TMC
Ilustrasi. Kemacetan parah di Jalan Jenderal Sudirman. 

WARTA KOTA, BALAI KOTA -- Pemberlakuan sistem ganjil-genap pada sejumlah ruas tol Jakarta-Cikampek dan Tol Jakarta-Tangerang berbuntut panjang.

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengusulkan agar waktu penerapan sistem serupa di sepanjang ruas Jalan Sudirman-Thamrin ditambah satu jam.

Rencana tersebut diungkapkan Kepala BPTJ, Bambang Prihartono bertujuan untuk mengurai kepadatan imbas penerapan ganjil-genap pada ruas Tol Dalam Kota, yakni Cawang dan Tomang.

Sehingga, waktu penerapan ganjil-genap yang semula berlaku mulai dari pukul 07.00 WIB akan dimajukan menjadi pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB.

"Usulan sebagai upaya persamaan waktu, diharapkan dapat merubah pola pergerakan yang dimungkinkan penumpukan kendaraan bisa cair," ungkapnya dihubungi pada Rabu (18/4/2018).

Karena itu, usulan katanya akan dirapatkan dalam Forum Lalulintas bersama Ditlantas Polda Metro Jaya serta Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Bersamaan dengan evaluasi ganjil-genap yang telah diujicobakan pada pintu Tol Tangerang 2 dan Kunciran serta Pintu Tol Cibubur 2 pada Jumat (20/4/2018) mendatang.

Terkait usulan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah mengaku belum dapat menilai apakah usulan tersebut layak atau perlu dilakukan.

Dirinya pun mengaku belum dapat memaparkan usulan karena belum dimatangkan dalam Forum Lalulintas.

"Kalau usul kan boleh-boleh aja, kalau bagus kenapa nggak (diterapkan), nanti dibahas di Forum Lalulintas, bersama Kepolisian untuk diputuskan bersama-sama," ungkapnya dihubungi pada Rabu (18/4/2018).

Berbeda dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra mengaku setuju penambahan waktu ganjil-genap di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin diberlakukan.

Alasannya karena secara langsung dapat mengurangi kepadatan, terlebih selama gelaran Asian Games 2018 mendatang.

"Saya sangat setuju karena tentunya akan mengurangi kepadatan kendaraan, khususnya jalan protokol selama Asian Games. Selama ini kan sudah efektif, dan ada juga wacana kalau ganjil-genap juga akan berlakukan di beberapa wilayah," ungkapnya dalam pesan singkat pada Rabu (18/4/2018).

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved