Breaking News:

Kota Terbesar Nomor Dua di Asia, Jakarta Harus Masuk Percakapan Radar Kota Dunia

GUBERNUR DKI Anies Baswedan mengatakan, Jakarta harus masuk dalam percakapan radar kota di dunia, karena Jakarta kota terbesar nomor dua di Asia.

TRIBUNNEWS/YANUAR NURCHOLIS MAJID
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengadiri acara pembukaan konsolidasi nasional 2018 Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), di Hotel Amaris, Jakarta Selatan, Jumat (30/3/2018). 

GUBERNUR DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, Jakarta harus masuk dalam percakapan radar kota di dunia, karena Jakarta kota terbesar nomor dua setelah Tokyo di Asia.

     
"Kami di Jakarta tanggungjawab domestiknya besar sekali, sehingga kita terlalu fokus pada domestik padahal Jakarta ini ibu kota bukan kota," kata Anies di Ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Rabat, Maroko, Selasa (17/4/2018) malam waktu setempat.
     
Terkait hal itu, Anies bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno berkomitmen bukan hanya hadir di kancah domestik tapi juga percakapan dunia.
     
Kunjungan Anies ke Maroko dan Turki kali ini adalah kunjungan pertamanya ke luar negeri sejak menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Maka saya dan Bang Sandi berkomitmen bukan hanya hadir di domestik tapi di radar percakapan dunia. Kalau kita datang ke tempat ini, Afrika tumbuh besar karena terinspirasi konferensi Asia Afrika dan itu pasti 'spirit of Bandung'," kata Anies.

Kalahkan kolonialisme
     
Dia menjelaskan, semangat dari Konferensi Asia Afrika tahun 1955 di Bandung, yang mengambarkan negara Indonesia telah mampu mengalahkan kolonialisme.  
     
"Dan saya bayangkan bahwa bentang konferensi Asia Afrika itu dari Indonesia sampai Maroko.  Tempat yang paling logis pada pertemuan di tahun 1955 di tengah, tapi kenapa pergi ujung Asia Tenggara Asia Afrika, karena pada waktu itu negara yang paling mempesona di Asia Afrika adalah Indonesia," kata Anies.

Baca: Sidak Air Tanah di Jakarta, Sandiaga : Tiba-tiba Pak Anies Nanti Nongol

   
Saat itu era pemimpin-pemimpin hebat seperti Nehru dan Gamal Abdul Nasser, tapi yang ukurannya suatu bangsa jumlahnya ratusan orang, 718 bahasa, sukunya 400-an dan bangsa yang membuat aristokrat berbaur, sedangkan ada negara lain feodal lokal dipertahankan, katanya.
       
"Dan Indonesia adalah pemain global. Saya rasa hari ini merasa Indonesia harus jadi pemain global bukan sebagai pendengar tetapi memberikan pikiran, hadir mengirim gagasan," kata Anies.
     
Bangsa ini memiliki pengalaman yang dahsyat dalam mengelola negara selama 73 tahun ini, tapi seringkali mempromosikannya kurang, katanya.
       
"Menurut saya kita datang ke luar negeri bukan hanya sebagai pendengar, tapi kita harus mempromosikan dan di sini. Jakarta dengan plus minusnya, tapi juga 'exiting', makanya bergantian dengan pak Sandi ke luar negeri kemarin pak Sandi ke Dubai dan Jepang. Kita ingin tunjukan ke luar, bahwa ini negara nomor empat terbesar di dunia," kata Gubernur. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved