Curhat Pedagang Blok G Temukan Letak Kesalahan Pemprov Anies-Sandi

Curhat beberapa pedagang Blok G Tanah Abang membuat Letak kesalahan Pemprov era Anies-Sandi ditemukan.

Curhat Pedagang Blok G Temukan Letak Kesalahan Pemprov Anies-Sandi
Warta Kota/Henry Lopulalan
Suasana keramaian pembeli dan pedagang berlangsung di depan Stasiun Tanah Abang, Jalan Kebon Jati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018). Pedagang Blok G Curhat akibat kondisi ini dan menunjukkan letak kesalahan Pemprov Anies-Sandi. 

Curhat beberapa pedagang Blok G Tanah Abang membuat Letak kesalahan Pemprov era Anies-Sandi ditemukan.

Curhat itu datang dari pengurus Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Eddy Firdaus (68).

Edy menyebut Pemprov DKI era Anies-Sandi telah menganaktirikan pedagang Blok G.

Eddy Firdaus (68) pedagang seragam sekolah di Blok G Tanah Abang yang juga merupakan pengurus Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menampar keras Pemprov DKI Jakarta yang seolah-olah menganaktirikan pedagang Blok G.
Eddy Firdaus (68) pedagang seragam sekolah di Blok G Tanah Abang yang juga merupakan pengurus Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menampar keras Pemprov DKI Jakarta yang seolah-olah menganaktirikan pedagang Blok G. (WART KOTA/RANGGA BASKORO)

Baca: Tamparan Keras Pedagang Blok G Untuk Pemprov DKI era Anies-Sandi

Eddy berpendapat sepanjang sejarah penataan Pasar Tanah Abang, pedagang Blok G yang masih bertahan merupakan mereka yang selama ini kerap taat kepada peraturan Pemprov DKI Jakarta.

"Kami selama 3 periode selalu patuh kepada Pemprov DKI terkait penataan Pasar Blok G. Dari tahun 1987, kemudian 2004 zaman Pak Sutiyoso, kemudian 2013 zaman Pak Jokowi. Kami rela pindah dari pinggir jalan agar Jakarta bisa tertata rapih," ucap Eddy di Blok G, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (18/4).

Namun, Eddy menganggap justru pemprov saat ini malah mengutamakan para pedagang yang jelas-jelas melanggar tata tertib. Bahkan mereka pun diberi fasilitas dengan sangat baik.

"Mereka (pkl Jalan Jatibaru Raya) dikasih tendan pembeli banyak. Kami berjualan sepi pun mereka (pemprov) diam saja," keluhnya.

Terlebih lagi, pemprov berencana untuk memindahkan mereka ke area parkir lantai 5 dan 6 Blok F. Hal itu dikatakannya sama saja mematikan para pedagang.

"Di Blok G kebanyakan pedagang kecil. Coba lihat Blok F, itu pedagang besar semua, mainnya grosir, kami eceran. Sama saja mematikan kami. Padahal kami sudah berkorban uang dan waktu, kami juga cukup sabar selama ini," ungkap Eddy.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved