Breaking News:

Bimbel Step Up di Tangsel Tawarkan Kurikulum Cambridge Bagi Kaum Milenial

KEBUTUHAN akan pendidikan yang berstandar global adalah kebutuhan yang mendesak di Indonesia.

Warta Kota/Andika Panduwinata
CEO Bimbingan Belajar STEP UP, Meliana Sutikno menjelaskan kebutuhan akan daya saing global menjadi faktor pendorong perubahan Pengeluaran Rumah Tangga dengan meningkatkan pengeluaran kepada Pendidlkan Anak. 

KEBUTUHAN akan pendidikan yang berstandar global adalah kebutuhan yang mendesak di Indonesia, dan dapat dilihat dengan pertumbuhan sekolah yang menggunakan kurikulum Cambridge, International Baccalaureate (IB) atau lainnya.

Selain itu, AFS (American Field Service) lntercultural Survey menunjukkan 80 persen dari 5,500 responden yang berusia 13-18 tahun (generasi Z) berpikir untuk melanjutkan sekolah di luar negeri, dengan tujuan untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang lebih balk, sehingga meningkatkan kemampuan bersaing dalam mendapatkan pekerjaan dalam jangka panjang.

Hal tersebut diungkapkan oleh CEO Bimbingan Belajar STEP UP, Meliana Sutikno yang berlokasi di BSD Tangerang Selatan.

Ia menjelaskan, kebutuhan akan daya saing global ini menjadi faktor pendorong perubahan Pengeluaran Rumah Tangga dengan meningkatkan pengeluaran kepada Pendidikan Anak.

lni dapat dilihat dalam perubahan contributor GDP di lndonesia. Pendidikan selama beberapa tahun terakhir meningkat 5 persen dari total Konsumi RT.

Gaya hidup Gen 2 usia 13-18 tahun yang tidak lepas darl Technology, Keterbukaan, Berpikir Kritis telah membuka wacana pendidikan yang berbeda dari generasi sebelumnya.

Baca: Kota Terbesar Nomor Dua di Asia, Jakarta Harus Masuk Percakapan Radar Kota Dunia

"Kami, sebagai bagian dari Sampoerna Schools System, sebuah institusi pendidikan yang teritegrasi, menghadirkan STEP UP, sebuah sistem penunjang terhadap Tantangan Pendidlkan Formal yang dihadapi murid generasi Z atau milenial," ujar Meliana saat dijumpai di Step Up, BSD, Tangerang Selatan, Rabu (18/4/2018).

Ia menyebut pihaknya akan menghadirkan Aktivitas Fun-Learning di hari Iibur atau akhir pekan.

“Goal kami jelas agar siswa siswi mendapatkan kinerja akademis yang jauh lebih baik. Oleh karena itu kami tekankan belajar itu harus nyaman," ucapnya.

"Berikan kepada siswa siswi kesempatan untuk belajar dengan suasana dan ruang lingkup yang tidak membosankan. Nyaman terhadap guru, terhadap metoda pengajaran dan ruang lingkup akan mengangkat secara menyeluruh ketrampilan siswa siswi, itu visi kami," sambung Meliana.

Dia menambahkan, telah sekolah siswa siswi pada umumnya membutuhkan tempat yang Iebih rileks seperti di rumah.

Namun kebutuhan atas menyelesaikan pekerjaan rumah, persiapan ujian mendorong kebutuhan akan bimbingan belajar.

Baca: Sidak Air Tanah di Jakarta, Sandiaga : Tiba-tiba Pak Anies Nanti Nongol

"Oleh karena itu di STEP UP, kami hadirkan rumah kepada siswa dan siswi, di mana mereka dapat mendapatkan bimbingan belajar oleh guru - guru yang terakreditasi dan mereka dapat merasa nyaman di rumah kedua dengan membawa makan atau minuman, dapat belajar bersama teman ditempat yang Ieluasa, dan kondusif," katanya.

“Guru berkualitas itu pasti, kami tetap menekankan pada kualitas guru. Guru atau kami sebut Coach, memiliki akreditasi IBI Cambridge maupun ESL, pengalaman mengajar, dan cara mengajar yang interaktif," papar Meliana. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved