Breaking News:

Satpol PP Depok Tangkap Tangan Satu Orang Pemasang Spanduk Liar

Satpol PP Depok memastikan untuk menangkap secara langsung bagi pemasang spanduk dan reklame liar

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Penertiban spanduk liar oleh Satpol PP Depok, Minggu (15/4/2018). 

Dengan begitu kata Yayan ke depan, diharapkan akan timbul efek jera, sehingga mereka tidak lagi memasang spanduk liar di tengah dan di sudut Kota Depok.

"Dengan ini, diharapkan penertiban spanduk liar yang kami lakukan akan lebih efektif. Sebab selama ini, setelah penertiban spanduk liar, tak lama kemudian terpasang spanduk atau reklame liar baru, bahkan terkadang lebih banyak" kata Yayan.

Menurut Yayan, kebijakan operasi tangkap tangan bagi pemasang spanduk liar untuk diajukan ke meja hijau karena melanggar Perda Depok dan dijerat tipiring, adalah inovasi dan ide dari Kusumo selaku Kepala Bidang Ketenteraman Masyarakat, Ketertiban Umum dan Pengamanan Pengawalan (Transmas Tibum dan Pamwal) Satpol PP Depok yang baru.

Kusumo baru menjabat sebagai Kabid Transmas Tibum dan Pamwal Satpol PP Depok pada 13 Maret lalu.

Sebelumnya ia menjabat Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok.

Kabid Transmas Tibum dan Pamwal Satpol PP Depok, Kusumo, menuturkan semua ide dan usulannya atas operasi tangkap tangan bagi pemasang spanduk liar ini adalah terobosan baru menurutnya.

"Bagi saya ini inovasi dan terobosan baru agar pemasangan spanduk liar di Depok tidak lagi marak. Saya juga berharap ada masukan dan ide bari dari masyarakat termasuk wartawan," kata Kusumo kepada Warta Kota.

Menurutnya untuk menyelesaikan masalah spanduk liar di Depok mesti dilakukan dari hulu atau sumbernya. Sehingga timbulah ide operasi tangkap tangan dan mengajukannya ke meja hijau karena tipiring.

"Apalagi Perda Depok sudah mengakomodir itu. Jadi biar cepat beres masalah diselesaikan daro hulu. Harapannya juga mereka akan mengurus izin untuk pasang spanduk di Depok, sehingga pendapatan asli daerah atau PAD Kota Depok bisa naik," kata Kusumo.(bum)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved