Breaking News:

Krisis Suriah

112 Tomahawk AS Melesat ke Suriah Sama dengan Bikin Jalan Tol 30 Km di Indonesia

Tomahawk, rudal yang awalnya dikembangkan pada awal dekade 1970-an silam ini mampu terbang rendah untuk menghindari radar musuh.

Handout/Str
FOTO yang dirilis lewat akun Twitter resmi pemerintah Suriah pada Sabtu (14/4/2018) memperlihatkan ledakan terjadi di pinggiran Damaskus usai serangan udara Sekutu. 

SERANGKAIAN ledakan terdengar di Damaskus, ibu kota Suriah, pukul 01.00 GM, atau sekitar pukul 07.00 WIB, Sabtu (14/4/2018) lalu, menyusul pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menyerang Suriah.

Jenderal Joseph Dunford, salah satu perwira tinggi ternama AS mengatakan, serangan tersebut menghantam tiga target.

Ketiga target itu adalah pusat riset di dekat Damaskus, fasilitas gudang, dan pos komando juga di dekat ibu kota, serta fasilitas penampungan senjata kimia di dekat Homs.

Baca: Ini Foto Satelit Kondisi Target Pascaserangan Udara AS, Suriah Bantah

Dalam menghantam ketiga fasilitas tersebut, Negeri "Paman Sam" menggunakan rudal penjelajah mereka, Tomahawk. Rudal yang awalnya dikembangkan pada awal dekade 1970-an silam tersebut mampu terbang rendah untuk menghindari radar musuh.

Shaun King, kolumnis situs berita The Intercept dalam kicauannya di Twitter mengatakan, setidaknya terdapat 112 Tomahawk yang diluncurkan ke Suriah.

Baca: 1 Misil JASSM Seharga Rp 19 Miliar, AS Lepas 19 Misil untuk Serang Suriah 

Rudal sepanjang 5,56 meter buatan pabrikan Raytheon tersebut dihargai 1,87 juta dolar AS, sekitar Rp 25,7 miliar, per buah.

"Total, AS menggelontorkan 224 juta dolar AS, atau sekitar Rp 3,08 triliun," kata King dalam kicauannya tersebut.

Baca: Dituduh Rusak Lokasi Serangan Senjata Kimia Suriah di Douma, Ini Jawaban Rusia

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved