Buntut Kerusuhan di Malang, Aremania Harus Diberi Sanksi Tegas

Aremania, komunitas pendukung Arema Malang layak mendapat sanksi tegas dari Komisi Disiplin PSSI atas kerusuhan semalam.

Buntut Kerusuhan di Malang, Aremania Harus Diberi Sanksi Tegas
persib.co.id
Pelatih Persib Mario Gomez memegangi keningnya yang berdarah terkena lemparan benda dalam kericuhan pertandingan Persib melawan Arema semalam. 

"Ini adalah sepakbola. Tapi saya tidak menyukai ini (kerusuhan). Tapi, saya ingin tahu apa yang akan terjadi dengan Komite Disiplin," tegas Gomez setelah pertandingan dilansir dari persib.co.id

Dia juga membandingkan dengan sanksi Komdis yang dijatuhkan kepada kapten Persib, Supardi Nasir yang dihukum dilarang bermain 4 pertandingan akibat protes berlebihan kepada wasit.

"Supardi dihukum 4 pertandingan. Sekarang (kejadian di Stadion Kanjuruhan)? Takut apa?" tutur eks pelatih Johor Darul Takzim asal Argentina itu.

Di tempat berbeda, Media Officer PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator Liga 1, Hanif Marjuni, menyebutkan bidang kompetisi PT LIB masih mempelajari dan mengumpulkan fakta pertandingan yang berakhir rusuh tadi malam.

"Bidang Kompetisi akan mempertimbangkan dan merangkum dahulu banyak hal usai mendapatkan laporan terperinci dari match commisioner pertandingan Arema vs Persib,” ungkap Hanif kepada Wartakotalive.com, Minggu (15/4/2018) malam.

Jika berkaca pada suporter Bali United yang melemparkan botol dan menyalakan flare di laga Bali United vs Perseru Serui 7 April lalu, Komdis menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp 80 Juta kepada Bali United.

Pertandingan Arema vs Persib dihentikan saat skor imbang 2-2. Dua gol Arema FC dicetak Thiago Furtuoso pada menit ke-19 dan Balsa Bozovic (87'). Sementara dua gol Persib Bandung diborong striker asal Chad, Ezechiel N'Douassel, pada menit ke-20 dan 78.

Penulis: Gisesya Ranggawari
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved