Wings Air Tujuan Aceh Mendarat Darurat Karena Muncul Percikan Api di Mesin

Wings Air tujuan Aceh dari Kualanamu Medan terpaksa mendarat darurat karena muncul percikan api dari bagian mesin.

Wings Air Tujuan Aceh Mendarat Darurat Karena Muncul Percikan Api di Mesin
Surya
Pesawat Wings Air mengalami kecelakaan di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Minggu (25/12/2016). 

Maskapai Wings Air yang tergabung dalam Lion Air Group menyampaikan informasi terkini pada penerbangan bernomor IW 1410 rute Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (KNO) yang lepas landas pukul 08.05 WIB menuju Bandar Udara Takengon Rembele, Bener Meriah, Aceh (TXE), Kamis (12/4/2018).

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro.

Ia menjelaskan penerbangan ini menggunakan pesawat ATR 72-500 registrasi PK-WFG. Membawa empat kru, 69 penumpang dewasa, satu anak dan tiga bayi.

Pimpinan awak pesawat ialah Capt. Jorge Armando Pinet beserta kopilot (first officer) Rahadian Ali. Serta awak kabin Indriyani Fuji dan Jasmine Caroline.

"Pesawat melakukan pendaratan darurat dikarenakan adanya indikasi percikan api pada satu mesin (fire engine) ketika persiapan pendaratan (landing approach)," ujar Danang kepada Warta Kota di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (12/4/2018).

Pesawat mendarat pukul 09.04 WIB. Menurutnya demi alasan keselamatan dan keamanan seluruh penumpang serta kru, pilot memutuskan untuk memberhentikan pesawat di landas pacu (runway) dengan tujuan segera mematikan kedua mesin (engine shut down).

"Setelah dilakukan pengecekan pada mesin, ternyata tidak ada percikan api, hanya kesalahan informasi pada instrumen kokpit (false warning)," ucapnya.

Danang menerangkan Wings Air telah melakukan prosedur pendaratan serta evuakuasi sesuai aturan yang sudah ditetapkan dan sebenar - benarnya. Penumpang dan kru dalam keadaan selamat.

"Seluruhnya sudah dievakuasi menuju gedung terminal kedatangan. Terdapat dua penumpang terkilir ringan dikarenakan melompat dari pesawat, ketika pintu pesawat sudah dibuka," kata Danang.

Hal ini terjadi setelah kondisi pesawat mendarat dan mesin sudah dimatikan. Awak kabin langsung meminta pertolongan pertama dari ambulance yang berdekatan dengan pesawat, untuk penanganan lebih lanjut.

"Saat ini masih dilakukan proses pemeriksaan terhadap pesawat. Safety Director of Wings Air akan melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian ini untuk nanti dapat diberikan rekomendasi sehingga dapat menghindari kejadian tersebut," ungkapnya.

Wings Air bekerja sama dan berkoordinasi dengan teknisi, pengelola bandar udara serta pihak terkait dalam kejadian ini. Guna meminimalisir dampak yang timbul dari kondisi penerbangan ini, agar operasional lain tidak terganggu.

"Kami menyatakan permohonan maaf kepada para penumpang beserta seluruh pihak yang terganggu dengan adanya situasi ini," paparnya.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved