Penjual dan Pembuat Miras Oplosan Bakal Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Polri mengecam para penjual minuman keras (miras) oplosan yang membuat 82 orang tewas di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Penjual dan Pembuat Miras Oplosan Bakal Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
Warta Kota/Rangga Baskoro
Acara pemusnahan miras di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Senin (9/4/2018). 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Polri mengecam para penjual minuman keras (miras) oplosan yang membuat 82 orang tewas di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya, agar memberikan hukuman yang berat bagi pelaku.

Hukuman yang ringan terhadap pelaku penjual miras oplosan yang mematikan, dinilai tidak memberikan efek jera. Agar kasus serupa tidak terulang, kata Iqbal, Polri akan mengkaji penerapan pasal pembunuhan dalam kasus tersebut.

Baca: Miras Oplosan Bunuh 82 Orang di Jawa Barat dan Jakarta

"Dalam kasus ini polisi mengkaji apakah ada pasal pembunuhan dalam hal ini," ujar Iqbal di Mapolres Jakarta Selatan, Rabu (11/4/2018).

Selama ini, Iqbal menjelaskan, penjual miras oplosan dijerat Undang-undang Kesehatan. Dengan diterapkannya pasal pembunuhan berencana yang ancaman hukumannya seumur hidup, polisi berharap akan menimbulkan efek jera terhadap pelaku.

"Tidak menutup kemungkinan kita akan mengkonstruksikan pasal pada perencanaan pembunuhan. Iya dong, mereka meracik dan lain-lain. Ancamannya bisa seumur hidup itu," jelas Iqbal.

Baca: KPK Diminta Tak Usah Pakai Trailer Atau Teaser untuk Tetapkan Tersangka Korupsi

Jenderal bintang satu ini mengatakan, pertimbangan memasukkan pasal pembunuhan berencana karena pelaku sudah ada unsur perencanaan. Hal ini lantaran peracikan miras juga menyalahi aturan, yakni dilakukan tanpa ada uji klinis, bahkan tidak memiliki izin dari BPOM.

"Karena miras oplosan ini sudah membunuh banyak orang," cetusnya. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved