Kampung Anies Sandi, Surga Di Pinggir Pelabuhan

Sebuah gapura selamat datang lengkap dengan spanduk bertuliskan 'Kampung Anies Sandi' mengusik rasa keingintahuan setiap orang.

Kampung Anies Sandi, Surga Di Pinggir Pelabuhan
WARTA KOTA/HAMDI PUTRA
Kampung Anies-Sandi di Jakarta Utara. 

Terinspirasi dari Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, warga RW 05 Kampung Bahari, Kelurahan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menamakan kampung mereka dengan sebutan 'Kampung Anies Sandi'.

Ketika akan memasuki kawasan kampung tersebut, sebuah gapura selamat datang lengkap dengan spanduk bertuliskan 'Kampung Anies Sandi' mengusik rasa keingintahuan setiap orang yang baru pertama kali berkunjung ke sana.

Mulai dari jalan warna-warni dengan lukisan yang memukau sampai kepada dinding rumah yang penuh dengan mural. Di sepanjang jalan dalam kawasan Kampung Anies Sandi dipasangi hiasan menggantung dengan berbagai aksesoris yang memiliki makna tersendiri.

Beragam tanaman hias dan toga membuat suasana terlihat asri dan terasa sejuk. Dengan kreativitas dari warga sebagai arsitek sekaligus donatur dan pekerjanya, lahan kosong pun disulap jadi 'Taman Selfie' yang memesona. Sungguh sebuah pemandangan yang tidak biasa untuk perkampungan di pinggir pelabuhan.

"Ide penamaan Kampung Anies Sandi datang dari saya sendiri. Itu singkatan dari Asri Nyaman Indah Elok Santun (ANIES) dan Sejahtera Adil Nasional Damai dan Iman (SANDI)," ujar Ketua RW 05, Paseh Pardi kepada Warta Kota, Kamis (12/4/2018).

Salah satu sudut Kampung Anies-Sandi di Jakarta Utara
Salah satu sudut Kampung Anies-Sandi di Jakarta Utara (WARTA KOTA/HAMDI PUTRA)

Kampung Anies Sandi terdiri dari 12 RT yang ditempati oleh sekitar 500 Kepala Keluarga (KK). Baru-baru ini mereka berpartisipasi sebagai salah satu dari 12 peserta dalam Lomba Lingkungan Bersih Berseri dan Partisipatif tingkat wilayah Jakarta Utara.

"Kemarin, Rabu (11/4/2018) tim juri dari walikota sudah melakukan penilaian di kampung kami. Pengumumannya Senin depan (16/4/2018)," imbuh Paseh Pardi.

Untuk menghias dan menata Kampung Anies Sandi, semua elemen masyarakat di RW 09 dilibatkan dalam setiap aktivitas penataan. Mulai dari anak muda yang tergabung dalam karang taruna, lansia, PKK, pengurus RT dan RW, serta warga biasa secara bersama-sama berpartisipasi sebagai wujud swadaya masyarakat.

"Kami butuh segala macam cat untuk menghias jalan dan tembok terus penghijauan kayak kembang dan pot2 juga, akhirnya masyarakat memberikan swadaya untuk kampung ini meskipun jumlahnya tidak besar, hanya Rp 5.000 sampai Rp 10.000, mereka mau menyumbang. Bikinlah kampung sehat kampung lestari. Ayo kita sama-sama ibu-ibu PKK dan karang taruna pokoknya semua elemen berpartisipasi dalam menata kampung ini." Demikian tutur Paseh Pardi.

Ia mengatakan bahwa seluruh dana yang dibutuhkan dalam penataan Kampung Anies Sandi bersumber dari swadaya masyarakat tanpa melibatkan pihak sponsor. Hal ini dilakukan Ketua RW demi mendidik warganya untuk hidup mandiri dan tidak mengandalkan bantuan dari pihak lain.

Halaman
1234
Penulis:
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved