Breaking News:

Pengaturan Lalu Lintas Uji Coba Ganjil Genap di Tol Tangerang

Di antaranya Tol Tangerang 2 dan Kunciran 2. Uji coba ganjil genap ini mulai dilakukan pada Senin (16/4/2018).

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Andika Panduwinata
Flayer atau brosur yang diberikan kepada pengendara dalam sosialisasi penerapan ganjil genap di Tol Tangerang. 

WARTA KOTA, TANGERANG - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek atau BPTJ Kementerian Perhubungan menggelar sosialiasi terkait pelaksanaan penerapan uji coba ganjil genap di Tol Tangerang pada Rabu (11/4/2018).

Sebanyak 40.000 flayer atau brosur dibagikan kepada pengendara di gerbang Tol yang diterapkan.

Di antaranya Tol Tangerang 2 dan Kunciran 2. Uji coba ganjil genap ini mulai dilakukan pada Senin (16/4/2018).

Kadis Perhubungan Kota Tangerang, Saeful Rohman menjelaskan mengenai pengaturan lalu lintas terhadap kebijakan tersebut. Para pengendara bisa dialihkan ke sejumlah jalur - jalur alternatif.

"Ada dua Tol yang diberlakukan ganjil genap. Posisinya berada di Tol Tangerang 2 Kebon Nanas dan Tol Kunciran 2 Alam Sutera. Kedua itu titiknya," ujar Saeful kepada Warta Kota, Rabu (11/4/2018).

Dalam penerapan tersebut, pihaknya bekerja sama dengan jajaran Polrestro Tangerang. Sejumlah petugas di tempatkan di berbagai titik - titik jalan alternatif.

"Total ada 221 petugas yang berjaga di beberapa jalur," ucapnya.

Jalur alternatif di antaranya Jalan Daan Mogot, Jalan M1 Bandara Soetta, Jalan Hasyim Ashari, dan juga Jalan Cokroamito arah Ciledug. Hal ini diperuntukan agar mengurangi beban kemacetan saat prosesi uji coba ganjil genap di Tol Tangerang.

"Di Tangerang itu ada sejumlah Tol. Tapi hanya dua saja yang diberlakukan kebijakan ini. Nantinya pengendara juga bisa melewati di beberapa Tol yang belum diterapkan. Mulai dari Tol Green Lake, Karawaci, Tangerang 1, dan Bitung," kata Saeful.

Ia berharap agar masyarakat juga beralih ke transportasi publik. Seperti KRL, Transjabodetabek di Poris, dan juga bus JAConextion yang menghubungkan Tangerang dengan Jakarta.

"Mereka juga bisa memakai alat transportasi massal yang disediakan untuk mengurangi angka kemacetan," paparnya. (dik)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved