Makanan Pokok Masih Nasi, Tapi Sawah di Indonesia Akan Lenyap 38 Tahun Lagi

“Betul. Pencegahannya makanya peraturan presiden (perpres) ini kami harapkan, alih fungsi kami tegas tidak boleh,” kata Budi

Makanan Pokok Masih Nasi, Tapi Sawah di Indonesia Akan Lenyap 38 Tahun Lagi
Wisata sawah di Sukorame Dlingo Bantul. (Foto: IG @dhian_hardjodisastro) 

WARTA KOTA, JAKARTA- Penyusutan area persawahan di Indonesia terus terjadi setiap tahun akibat praktik konversi. Pemerintah tentu perlu menyikapi hal ini lebih serius. Direktur Jenderal Pengendalian dan Pemanfaatan Ruang dan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Budi Situmorang mengungkapkan pada 2013 lalu tercatat ada 7,75 juta hektar lahan sawah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara, alih fungsi lahan persawahan ke non-pertanian mencapai 150.000 hingga 200.000 hektar setiap tahunnya. Artinya, bila hal ini terus dibiarkan maka area persawahan Indonesia berpotensi habis dalam kurun waktu 38 tahun ke depan. “Betul. Pencegahannya makanya peraturan presiden (perpres) ini kami harapkan, alih fungsi kami tegas tidak boleh,” kata Budi kepada Kompas.com, di Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Budi menuturkan, sejak Undang-Undang (UU) tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) terbit pada 2009 lalu, hingga kini belum ada satu pun perpres yang terbit sebagai aturan turunan. Ia pun berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat segera menerbitkan perpres yang mengatur alih fungsi lahan pertanian. Tujuannya agar alih fungsi lahan dapat ditata lebih baik dengan memperhitungkan dampaknya.

“Perpres ini (untuk) mengamankan dulu sawah. Tetapkan dulu sawah. Kemudian kalau mau alih fungsi pemerintah daerah (pemda) harus bersurat ke Menteri ATR. Di situ nanti kami putuskan setuju atau tidak, untuk kepentingan umum atau bukan,” tuntas Budi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "38 Tahun Lagi, Lahan Persawahan Bakal Lenyap",
Penulis : Dani Prabowo

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved