Pilpres 2019

Jokowi Siap Patuhi Larangan Bagi-bagi Sepeda Saat Kampanye

Bawaslu mengingatkan Presiden Joko Widodo (Bawaslu) agar tidak membagikan sepeda saat masa kampanye Pilpres 2019 berlangsung.

Jokowi Siap Patuhi Larangan Bagi-bagi Sepeda Saat Kampanye
Agus Suparto/Fotografer Istana Kepresidenan
Jokowi diikuti Menteri PUPR saat menggeber motor gede, Minggu (8/4/2018). 

Menurut dia, pada masa kampanye calon presiden hanya dapat membagi-bagikan bahan kampanye, seperti kaus, tutup kepala, kalender, dan jenis bahan kampanye lain yang diatur peraturan KPU (PKPU).

Baca: Fahri Hamzah: Mudah-mudahan Sohibul Iman Cepat Jadi Tersangka

Setiap bahan kampanye itu tidak boleh lebih dari harga satuan yang ditetapkan dalam PKPU. Misalnya, jika KPU menetapkan harga satuan bahan kampanye Rp 55 ribu, maka bahan kampanye yang diberikan tidak boleh lebih mahal dari itu.

Namun, kata dia, program pemerintah seperti pembagian sertifikat tanah, peresmian jalan tol, dan pembangunan jembatan, masih dapat dilakukan.

"Yang dibagi bahan kampanye. Kaus boleh, kan bahan kampanye. Bahan kampanye boleh. Kalau bagi-bagi sertifikat, peresmian jalan tol, jembatan, enggak masalah," jelasnya.

Baca: Mahyudin Ungkap Alasan Dirinya Hendak Digantikan oleh Titiek Soeharto

Bagja menambahkan, barang lainnya seperti token listrik, e-money, dan pulsa, termasuk barang-barang yang dilarang untuk dibagi-bagikan. Sedangkan voucher makan masih dalam perdebatan.

"Voucher makan masih dalam perdebatan, tapi token listrik kena, apalagi e-money. Ya, pulsa kena. Ada yang masuk kemarin di Pangkal Pinang itu token listrik," beber Bagja. (Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved