Polusi Udara Dapat Menyebabkan 60.000 Kematian pada 2030
Polusi udara yang terus meningkat mungkin akan berubah menjadi lebih berisiko, bukan hanya untuk kesehatan, tapi juga untuk kehidupan pada umumnya.
WARTA KOTA, PALMERAH---Sebuah penelitian terbaru yang terbit dalam Nature Climate Change, menyatakan bahwa polusi udara yang terus meningkat mungkin akan berubah menjadi lebih berisiko, bukan hanya untuk kesehatan, tapi juga untuk kehidupan pada umumnya.
Perubahan iklim, jika dibiarkan tidak tertangani, diperkirakan akan meningkatkan kematian akibat polusi udara hingga mencapai 60.000 kematian pada 2030 dan 260.000 kematian pada 2100 secara global.
Baca: Ini Masker Cocok Dipakai di Kota Polusi Seperti di Jakarta
Menurut penelitian, suhu yang lebih panas akan mempercepat reaksi kimia yang menciptakan polutan udara seperti ozon dan partikel halus, yang berdampak pada kesehatan masyarakat.
Lokasi-lokasi yang kering juga memiliki tingkat polusi udara yang lebih buruk, karena berkurangnya hujan dan kebakaran yang meningkat.
"Karena perubahan iklim mempengaruhi konsentrasi polutan udara, maka hal ini dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan masyakata di seluruh dunia, dengan menambah jutaan orang yang meninggal akibat polusi udara setiap tahunnya," kata pemimpin peneliti di University of North Carolina, Jason West, seperti dilansir indiatvnews.com.
Dalam melakukan penelitiannya, tim menggunakan beberapa model iklim global untuk mengetahui jumlah kematian dini yang akan terjadi akibat ozon dan partikulat pada tahun 2030 dan 2100.
Baca: Polusi Udara Tinggi, 30.000 Warga Kota Bekasi Menderita ISPA
Untuk setiap model, tim menilai perubahan yang diproyeksikan dalam polusi udara tingkat dasar, yang dapat dikaitkan dengan perubahan iklim di masa depan.
Mereka kemudian mengaitkan perubahan ini secara spasial pada populasi global, memperhitungkan pertumbuhan populasi dan perubahan yang diharapkan dalam kerentanan terhadap polusi udara.
Lima dari delapan model memperkirakan akan ada lebih banyak kematian dini pada tahun 2030, dan tujuh dari sembilan model pada tahun 2100.
Baca: Polusi Udara Sebabkan Jutaan Kasus Penyakit Ginjal Kronis Tiap Tahun
"Temuan kami bahwa sebagian besar model menunjukkan kemungkinan peningkatan kematian adalah sinyal paling jelas bahwa perubahan iklim akan merugikan kualitas udara dan kesehatan," kata West.
Selain mengakibatkan kematian, polusi udara dan perubahan iklim pada umumnya dinilai dapat mempengaruhi kesehatan melalui perubahan temperatur udara, akses terhadap air bersih dan makanan, terjadinya badai parah, dan penyebaran penyakit menular.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180118-ilustrasi-polusi-udara_20180118_130304.jpg)