Pengidap Gangguan Bipolar Bisa Berkarya

Gadis cantik berambut panjang ini merupakan salah satu pengidap bipolar.

Penulis: Gopis Simatupang | Editor:
Warta Kota/Gopis Simatupang
Boneka Hagi 

WARTA KOTA, PALMERAH----Pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan sekitar bagi orang dengan gangguan bipolar turut disuarakan oleh seniman Hana Alfikih atau dikenal dengan nama panggung Hana Madness.

Gadis cantik berambut panjang ini merupakan salah satu pengidap bipolar.

Meski demikian, Hana tidak menjadikan kondisinya sebagai hambatan untuk berkarya. Hana saat ini menjadi seniman doodles yang terkenal dan karyanya disukai banyak orang.

Dia kreator boneka Hagi, simbol teman bagi orang dengan gangguan bipolar.

"Sebenarnya sejak TK saya merasa ada yang aneh dengan diri saya, contohnya saya sering berhalusinasi. Perjalanan hidup saya naik turun, saya sering merasa depresi dan di saat lain saya ingin berontak. Perjalanan gangguan bipolar saya diperparah dengan ketidaktahuan keluarga saya tentang penyakit ini," kata Hana beberapa waktu lalu.

Baca: Satu dari Tiga Orang di Dunia Pernah Mengalami Gangguan Bipolar

Hana mengatakan, memasuki masa SMA, ia mulai merasa tidak nyaman di rumah.

Di luar rumah pun gadis yang melukis tubuhnya dengan tato itu merasa tersiksa.

Tahun 2010, Hana didiagnosa gangguan bipolar. Sejak itu, dia patuh pada pengobatan untuk menghindari relapse dan keadaannya pun berangsur baik.

"Syukurlah lambat laun keluarga saya dapat mengerti apa itu gangguan bipolar dan mendukung saya. Saya kemudian menekuni profesi seniman karena memang sejak dulu suka dengan seni. Karya-karya saya pun semakin banyak dan dapat dinikmati penyuka seni di Indonesia maupun di luar negeri," katanya.

Hana mengatakan, melalui seni, banyak yang bisa dia sampaikan. Dia juga merasa bangga dengan hasil positif yang bisa diciptakan saat ini.

Baca: Ini Cara Wanita dengan Bipolar Rencanakan Kehamilan

"Saya sangat berharap masyarakat semakin mengerti dan peduli terhadap gangguan bipolar. Saya menghimbau kepada keluarga teman dan kerabat orang dengan gangguan bipolar, untuk dapat memberikan dukungan positif," katanya.

Mengenai peran boneka Hagi, dr Tiur Sihombing, SpKJ, anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia cabang Jakarta (PDSKJI Jaya), mengatakan, nama 'Hagi' diambil dari kata hug yang artinya peluk.

Boneka Hagi sebagai sosok yang hangat, ramah dan selalu siap hadir bagi masyarakat terutama pasien bipolar yang membutuhkan sebuah pelukan hangat tanpa melihat gender, usia atau faktor apapun, agar dapat mengekspresikan alam perasaan mereka yang sedang sedih, galau, atau sekedar ingin berbagi kasih tanpa harus merasa rikuh atau malu.

"Terinspirasi dari pengamatan kegiatan kampanye kesehatan jiwa masyarakat di negara yang sudah sangat berkembang dalam implementasi upaya promotif dan preventifnya, PDSKJl Jaya ingin menghadirkan sebuah maskot yang dapat mewakili upaya tersebut. Kami bekerja sama dengan seniman muda berbakat, Hana Madness, untuk mendesain bentuk boneka Hagi," katanya.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved