Kampung Ikhlas, Melihat Warna-Warni dan Tanaman Obat Keluarga

Warna-warni menghiasi seluruh sudut jalan pemukiman warga. Pot bunga yang berada di sisi jalan pun tidak luput dari coretan warna-warni

Kampung Ikhlas, Melihat Warna-Warni dan Tanaman Obat Keluarga
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Warga melintasi gang yang sudah dicat di Kampung Warna-warni Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/4/2018). 

Kampung Ikhlas yang berada di Jalan Papanggo I, Gang Nangka, RT 14/2, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara terlihat berbeda dari kebanyakan pemukiman warga ibu kota lainnya.

Warna-warni menghiasi seluruh sudut jalan pemukiman warga. Pot bunga yang berada di sisi jalan pun tidak luput dari coretan warna-warni.

Kondisi itu membuat kawasan pemukiman tersebut menjadi enak dipandang.

Di sisi lain tanaman obat keluarga (Toga) terpelihara di salah satu lahan kosong milik warga.

Terdapat 4 kebun di lahan Taman PKK itu seperti toga, tanaman hias, tanaman sayur, sampai kebun hidroponik.

Warga melintasi gang yang sudah dicat di Kampung Warna-warni Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/4/2018).
Warga melintasi gang yang sudah dicat di Kampung Warna-warni Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/4/2018). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Wadahnya menggunakan botol bekas air minum kemasan yang digunting sedemikian rupa.

Ditambah lagi wadah itu diwarnai untuk kemudian diisi dengan tanah sebagai tempat bertumbuhnya sejumlah tanaman obat tersebut.

Salah seorang warga, Asih, mengatakan warna-warni di sepanjang jalan di pemukiman tersebut sudah berlangsung sejak empat bulan silam.

Hal itu tidak lepas dari bantuan pembinaan dari sebuah perusahaan swasta terkait pembenahan pemukiman asri.

“Gang Nangka dipilih menjadi pemukiman percontohan karena luas tempatnya serta fasilitasnya memadai. Fasilitasnya ada semua di sini. Kompos ada, hidroponik ada, kalau RT lain kan belum ada,” ucapnya.

Sementara itu terkait sayuran yang ditanam warga, selama ini sering diperjualbelikan kepada warga yang tinggal di lokasi tersebut. Bahkan warga di luar Gang Nangka pun terkadang ikut membeli hasilnya.

“Kayak pakcoy, kangkung, itu dijual Rp 5 ribu kadang Rp 10 ribu, tergantung warga yang beli di sini. Kadang kalau kita lagi panen, dibayarin sama warga juga,” kata Asih.

Lurah Papanggo, Maryono mengatakan pembenahan Kampung Ikhlas berlangsung sejak dua tahun silam. Kampung tersebut masuk dalam daftar binaan program Corporate Social Responsibility (CSR) salah satu perusahaan swasta.

Warga melintasi gang yang sudah dicat di Kampung Warna-warni Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/4/2018).
Warga melintasi gang yang sudah dicat di Kampung Warna-warni Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/4/2018). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

“Jadi kampung ini sudah menjadi binaan dan kita lanjutkan agar terpelihara baik. Makanya PPSU dikerahkan untuk membantu perawatan dan pemeliharaan di sini. Jadi ini semuanya dari warga untuk warga,” ungkap Maryono.

Maryon menambahkan segala kebutuhan pemeliharaan didapat dari swadaya masyarakat. Sementara untuk tanaman Toga banyak dimanfaatkan warga untuk membuat ramuan herbal.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved