Bupati Bandung Barat Bantah Ditangkap Tangan oleh KKP
Abubakar mengatakan bahwa pukul 19.00 ajudannya melapor bahwa ada tamu datang maka dia terima dan menyebutkan identitasnya dari KPK.
WARTA KOTA, PADALARANG - Bupati Bandung Barat, Abubakar, menyebutkan bahwa kedatangan angota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (19/4/2018), hanya meminta klarifikasi.
Abubakar pun membantah bahwa dirinya tertangkap tangan oleh komisi pemberantasan korupsi (KPK).
Abubakar mengatakan bahwa pukul 19.00 ajudannya melapor bahwa ada tamu datang maka dia terima dan menyebutkan identitasnya dari KPK.
"Benar yang datang dari KPK (ke rumah dinasnya, Red) dan meminta klarifikasi keterangan berkenaan saya tahu atau tidak dan melihat mengenai kegiatan yang dilakukan oleh para kepala SKPD. Saya berikan keterangan itu saja," ujarnya.
Bantah itu diutarakannya setelah melakukan pertemuan dengan tim pemenangan Elin-Maman Sunjaya, karena Abubakar pun sebagai Ketua DPC PDIP KBB.
"Berkenaan beberapa informasi terkait keberadaan saya. Saya sejak pagi tetap laksanakan tugas sebagai bupati. Tadi sore, saya kasih dukungan ke ibu. Ibu kan sebagai calon kapasitasnya dan perlu untuk mematangkan bahan materi guna debat. Jadi, saya sebagai suami beri dukungan," katanya di Ciburuy, Padalarang, Bandung Barat.
Dia mengaku informasi ini tentu mengganggu sekali, apalagi jika dikaitkan dengan masalah isu pilkada.
"Saya tentu siap kasih keterangan sebagai kepala daerah sepengetahuan aktivitas kepala dinas. Seharian saya tadi ada giat di Lembang dan Kotbar, serta dukung ibu. Bagi saya, ini sebuah tantangan khususnya untuk Emas," katanya. (Muhamad Nandri Prilatama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180410-bupati-bandung-barat-abubakar-saat-memberi-keterangan_20180410_222957.jpg)