Sabtu, 9 Mei 2026

Korban Bus Transjakarta Terguling di UKI Alami Kisah Traumatis yang Mencekam

Busway nopol B 7053 IS yang mengangkut puluhan orang tersebut terguling ketika mengalami kecelakaan karena menabrak separator.

Tayang:
Penulis: Joko Supriyanto |
TMC
Kecelakaan dialami oleh bus Transjakarta B 7053 IS yang terguling di depan UKI, Jalan Letjen Sutoyo, Jakarta Timur. 

WARTA KOTA, CAWANG -- Dwi Septi Arif (35) salah satu dari dua korban yang terpaksa harus dilakukan operasi akibat kecelakaan busway di Jalan Mayjed Sutoyo Arah Utara Cawang (Depan UKI), Jakarta, Senin (9/3/2018) pagi.

Busway nopol B 7053 IS yang mengangkut puluhan orang tersebut terguling ketika mengalami kecelakaan karena menabrak separator busway sehingga oleng dan terbalik ke kiri.

Kini, akibat kecelakaan tersebut, Dwi hanya dapat terbaring di tempat tidur Rumah Sakit UKI Cawang dengan tangan kanannya terpasang jarum inpus.

Dia mengalami peristiwa traumatis yang sangat mencekam.

Salah satu korban kecelakaan busway tergiling di Cawang yang masih dalam perawatan di RS UKI.
Salah satu korban kecelakaan busway tergiling di Cawang yang masih dalam perawatan di RS UKI. (warta kota/Joko Supriyanto)

Saat ditemui, Dwi masih teringat jelas akan kecelakaan yang menimpanya, walau dirinya mengaku sangat shock akibat peristiwa tersebut.

"Kejadian itu sekitar pukul 04.30, saya mau berangkat kerja dan biasa mengunakan busway," kata Dwi saat ditemui di RS UKI, Senin (9/4/2018).

Menurut Dwi, ketika itu kondisi penumpang yang berada di Busway memang dalam keadaan padat karena bertepatan dengan orang berangkat kerja. Namun ketika busway melaju dengan kecepatan 60 kilometer perjam justru oleng dan menabrak trotoar.

Seketika itu penumpang yang ada didalamnya panik dan teriak, pasalnya kondisi busway justru terbalik ke arah kiri hingga seluruh penumpang yang ada didalamnya saling tindih.

Kondisi Dwi yang ketika itu tepat didekat pintu belakang justru terindih belasan orang hingga bahu kananya patah dan harus menjalani operasi.

"Kondisi lagi padat juga di Busway jadi saya gak tahu, pokoknya tiba-tiba nabrak dan semua orang yang didalam itu kedorong ke depan, baru beberapa detik bus miring ke kiri, karena saya dekat pintu jadi menimpa saya," katanya.

Kondisi busway yang sudah terguling membuat beberapa penumpang yang ada didalamnya teriak minta pertolongan, tak berselang lama baru ada beberapa warga yang mencoba menyelamatkan.

"Kondisi didalam saat itu kacau, pada panik teriak minta tolong untuk dibukain pintunya, nah baru ada orang yang coba pecahin kacanya. Terguling sekali kekiri itu saja yang saya ingat," ucapnya.

Menurut Dwi korban yang dilarikan ke Rumah Sakit kebanyak dari penumpang yang duduk disebelah kiri busway karena banyak diantara tergencet tubuh penumpang.

Sementara itu Suratmi (50) ibu korban mengaku kaget setelah mendengar anak keduanya itu mengalami kecelakaan, namun ia berucap syukur anaknya dalam kondisi baik walau pundah sebelah kanan geser dan harus dilakukan operasi.

"Kaget awalnya saya dikasih tahu sama saudara saya, kalo Dwi kecelakaan, karena saya lagi di Sunter kerja langsung saya berangkat ke RS. Mana anaknya yang di Jakarta ini doang kan yang satu di Kampung," kata Suratmi.

Akibat kejadian tersebut Dwi pun akan dilakukan operasi oleh pihak rumah sakit pada Malam ini, Senin (9/4/2018).

Sementara itu salah satu petugas Rumah Sakit yang engan menyebutkan namanya tersebut mengaku bahwa dari 10 korban kecelakaan busway yang berada di RS UKI 8 diantaranya sudah pulang. Dua diantaranya menjalani operasi karena mengalami luka patah dibagian bahu sebelah kanan.

"Sebagaian sudah pulang, tinggal dua saja yang masih di sini, dua-duanya akan menjalani operasi. Kalo sebagian itu hanya luka lecet tapi kalo yang parah hanya dua ini yang harus di operasi," katanya.

Dikonfirmasi secara terpisah Humas Transjakarta, Bowo mengatakan korban kecelakaan busway Cawang seluruh pengobatan akan ditanggung oleh pihak Transjakarta.

"Iya mas, kalo untuk pengobatan seluruhnya kami akan tanggung," kata Bowo.

Selain itu dikatakan Bowo pihaknya belum mengetahui berapa jumlah penumpang pada saat kejadian tersebut dan faktor penyebabnya.

"Masih kami data mas, nanti kami sampaikan kalo datanya sudah terkumpul," katanya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved