Dhea Annisa Kehilangan Kamera Seharga Rp 229 Juta via DHL, Ini Kronologisnya

Bintang sinetron Dhea Annisa kehilangan kamera profesionalnya merek Canon C 500 seharga Rp 229 Juta ketika dikirimkan ke Malang via DHL.

Dhea Annisa Kehilangan Kamera Seharga Rp 229 Juta via DHL, Ini Kronologisnya
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
DHEA Annisa bersama kuasa hukumnya, Henry Indraguna, ketika ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera, Jakarta Selatan, Senin (9/4/2018). 

WARTA KOTA, AMPERA --- Bintang sinetron dan film Dhea Annisa alias Dhea Imut (22), kehilangan kamera profesionalnya, yang bermerk Canon C 500 seharga Rp 229 Juta ketika ingin dikirimkan ke Malang, Jawa Timur.

Hilangnya kamera mahal milik Dhea, diduga setelah dirinya mengirim kamera tersebut melalui jasa DHL, sebuah jasa pengiriman barang skala internasional.

Mulanya, Dhea baru mengetahui bahwa kameranya dikirimkan oleh om nya, Diad, ke Malang melalui jasa DHL karena kualitasnya dengan skala internasional.

Tetapi hingga saat ini, kamera milik Dhea pun juga tidak ketemu dan tidak diketahui kabarnya, yang diduga dihilangkan oleh DHL.

"Jadi sebenernya mama yang nyuruh, mama yang nyuruh om aku (Diad) untuk ngirim kamera tersebut. Tapi ternyata Om Diad menyuruh orang lagi dan aku tidak tahu. Baru tahu di dalam persidangan," kata Dhea Annisa usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/4/2018).

Dhea menjelaskan bahwa kamera yang ia kirimkan ditujukan kepada bapak Toto dan Suhadi, karena ingin melihat kamera profesional tersebut, dan ingin membayarkannya.

"Memang dalam pengiriman ditujukan kepada Totok dan Suhadi. Alamatnya sudah tertera lengkap. Tapi kenapa barang itu malah diambil orang di kantor DHL, harusnya kan dikirim ke alamat yang sudah lengkap itu," ucap Dhea Annisa.

Kuasa hukum Dhea, Henry Indraguna menganggap bahwa perilaku DHL sangatlah lucu, dikarenakan yang mengambil barang Dhea di DHL, merupakan satu nama yakni Suhadi Toto.

"Lucunya buat kami dan anehnya lagi, yang mengambil barang tersebut Suhadi Toto, terbalik jadinya kan Totonya pake K lagi, itu kan sudah berbeda, harusnya kalau identitasnya tidak sama atau diragukan," jelas Henry Indraguna.

Henry menambahkan, harusnya pihak DHL memberitahukan pihak Dhea ketika ada orang yang mengambil kamera tersebut, bukan mengambil langkah sendiri.

"Apakah betul ada seseorang yang mau mengambil kamera tersebut. Atas nama ini ni, apa sulitnya untuk mengubungi, toh juga kontak whatsapp gratis, foto juga gratis, apa susahnya menghubungi, mengkonfirmasi langsung kepada pengirim atau penerima, apakah betul barang ini mau diambil di kantor DHL di Malang, dengan orang tersebut," tuturnya.

Lanjut Henry, pihaknya sudah menghunbungi DHL untuk meminta itikad baik, dengan mengembalikan atau mengganti kamera milik Dhea.

"Kami sudah menghubungi dong, si penerima sudah di beritahu kami akan mengirim barang kurang lebih hari Jumat yaa barang itu akan sampai ke alamat yang dituju," ujar Henry Indraguna.

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved