3 Saksi Ahli Dihadirkan di Sidang Lanjutan Perkara First Travel

Sederet saksi ahli dijadwalkan memberi keterangan di depan majelis hakim perkara First Travel di Pengadilan Negeri Depok, Senin (9/4/2018).

3 Saksi Ahli Dihadirkan di Sidang Lanjutan Perkara First Travel
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Sidang lanjutan kasus skandal biro perjalanan umrah First Travel di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Rabu (4/4/2018). 

Sederet saksi ahli dijadwalkan memberi keterangan di depan majelis hakim perkara First Travel di Pengadilan Negeri Depok, Senin (9/4/2018).

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sufari menuturkan agenda sidang besok, masih berupa pemeriksaan saksi dari JPU.

Untuk kali ini kata Sufari pihaknya sudah memanggil 9 saksi untuk hadir dalam sidang Senin (9/4/2018) besok.

Dari 9 saksi itu, kata dia sebagiannya adalah saksi ahli.

"Jadi sidang besok masih mendengar keterangan saksi dari kami. Sedikitnya sebanyak 9 saksi sudah kami panggil, termasuk saksi ahli," kata Sufari yang menjabat Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, kepada Warta Kota, Minggu (8/4/2018).

Baca: 90 Ribu Koper Jemaah First Travel Belum Dibayar

Baca: Dari 21 yang Dipanggil Jaksa, 16 Saksi Hadir di Sidang First Travel

Sementara itu, anggota JPU lainnya Tia Zahra menuturkan ada 5 saksi ahli yang dipanggil untuk bersaksi di sidang lanjutan First Travel, Senin besok.

Dari lima saksi ahli, 3 saksi berasal dari Kementerian Agama, satu saksi ahli dari Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan satu saksi lainnya dari Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus (HIMPUH).

Seperti diketahui skandal biro perjalanan umrah First Travel ini menetapkan tiga bos First Travel sebagai tersangka atau terdakwa.

Mereka adalah pasangan suami istri (pasutri) Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, yang menjabat Direktur Utama First Travel dan Direktur First Travel, serta adik Anniesa yakni Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki, yang menjabat Komisaris Utama Kepala Divisi Keuangan First Travel.

Ketiganya didakwa dan dijerat pasal penipuan, penggelapan dana, serta tindak pidana pencucian uang, yang ancaman hukumannya hingga 20 tahun penjara.

Karena perbuatan mereka diketahui sebanyak 63.310 calon jemaah umrah First Travel dari seluruh Indonesia. 

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved