Asian Games 2018

MTI: Kebijakan Libur Sekolah Terkait Asian Games Jadi Pelajaran Buat Dishub

Kebijakan meliburkan SMP/SMA/SMK selama 9 hari masa pelaksanaan Asian Games seharusnya dilakukan berdasarkan kajian yang tepat.

MTI: Kebijakan Libur Sekolah Terkait Asian Games Jadi Pelajaran Buat Dishub
Warta Kota/Yosia Margaretta
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno dan Ketua Inasgoc, Eric Tohir, dalam rapat progress Asian Games 2018, Jumat (6/4/2018). 

WARTA KOTA, PANCORAN--Aditya Dwi Laksana dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) memandang kebijakan meliburkan sekolah untuk tingkat SMP/SMA/SMK selama sembilan hari masa pelaksanaan Asian Games seharusnya dilakukan berdasarkan kajian yang tepat serta dijelaskan ke publik seterang-terangnya.

Misalnya, jika alasan aktivitas anak sekolah menjadi salah satu penyumpang kemacetan, harus dibeberkan datanya.

"Kebijakan itu memang hak dari Pemprov DKI. Sah-sah saja. Tapi harusnya kebijakan itu optional, bukan mandatory. Sebab, hanya di kondisi-kondisi tertentu saja aktivitas siswa sekolah menyebabkan kemacetan. Terutama pagi dan siang. Jika terkait Asian Games, maka yang punya dampak hanya di seputaran Gelora Bung Karno di Senayan dan di kawasan Rawamangun serta Kelapa Gading dimana di sana terdapat venue," jelasnya saat dihubungi Warta Kota, Jumat (6/4/2018).

Aditya mengakui, aktivitas antar-jemput anak sekolah baik dengan kendaraan pribadi maupun sepeda motor, memang menjadi salah satu penyumbang kemacetan di sejumlah lokasi.

Namun, ia justru menyoroti peran Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang selama ini menurutnya tidak serius dalam mengatasi permasalahan ini.

"Ini kan salah satu masalah lama tapi sepertinya belum ada solusi tepat yang dilakukan oleh dishub," ungkapnya.

Aditya mengungkapkan, setidaknya ada empat point terkait dengan masalah sumbangan kemacetan akibat aktivitas anak sekolah.

Pertama adalah soal ketersediaan bus sekolah yang dinilainya belum memadai dan belum memiliki jangkauan hingga ke lokasi permukiman.

Kedua, belum adanya pool armada swasta di bawah pengaturan Dishub yang bertugas menjemput anak sekolah di titik tertentu yang ditentukan.

Ketiga tidak tegasnya pengaturan terhadap kendaraan pribadi yang mengantar-jemput siswa dari kalangan menengah ke atas hingga menyebabkan kemacetan lalulintas.

Di sejumlah lokasi sekolah, bisa disaksikan kendaraan pribadi berderet di bahu jalan terutama saat menunggu anaknya keluar sekolah.

Keempat, tidak tersedianya sarana parkir yang memadai dari pihak sekolah hingga mobil pribadi yang mengantar-jemput siswa sekolah memilih parkir di bahu jalan.

Kondisi ini, terlebih di akses jalan padat lalu lintas, berpotensi besar menghambat laju arus lalulintas.

"Sebenarnya ada point lagi yang saat ini belum dilakukan, yakni terkait penyediaan transportasi massal yang ramah terhadap siswa tingkat SD. Yang ada saat ini, angkutan massal standarnya untuk anak SMP ke atas," kata dia.

"Jadi, bagaimana ada upaya untuk membuat agar para orang tua anak tingkat SD ini tidak mengantar-jemput anaknya menggunakan kendaraan pribadi," imbuhnya.

Imbauan untuk pelajar

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan bahwa semua sekolah negeri dan swasta di ibu kota, mulai tingkat SMP, SMA/SMK akan diliburkan selama perhelatan Asian Games 2018 berlangsung pada 18 Agustus sampai 2 September.

Hal itu dikatakannya usai rapat koordinasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC).

"Kami memutuskan untuk meliburkan sekolah secara menyeluruh di wilayah DKI. Bukan hanya yang di sekitar venue atau sekitar Kampung Atlet, tetapi juga sembilan hari diliburkan dan diberikan tugas," kata Sandi di Balai Kota, Jumat (6/4/2018).

Selama libur, para pelajar juga diimbau untuk meramaikan ajang multiolahraga terbesar se-Asia itu dengan menyaksikan langsung pertandingan di venue.

Sandi pun berencana untuk memindahkan jatah hari belajar pelajar ke bulan Desember yang biasanya libur panjang. Teknis tersebut masih akan dibahas pada rapat selanjutnya.

"Nanti digeser di bulan Desember libur tersebut, sehingga tidak menganggu hari dan waktu yang mereka perlukan untuk menyiapkan bagi para semua peserta didik," ujarnya.

Selain itu, Sandi akan mengatur jam kerja bagi pegawai perusahaan swasta yang kantornya berada di sekitar venue Asian Games, khususnya di Jalan Sudirman-MH Thamrin sesuai dengan jam sibuk (peak hour) pertandingan.

"Untuk perkantoran, kami akan mulai berbicara secara konkret bagaimana kami bisa mengatur jam masuknya dari kantor-kantor tersebut, terutama yang berada di sekitar venue," kata Sandi.

Pengaturan jam kerja bagi pegawai dilakukan karena Dinas Perhubungan DKI dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan melakukan rekayasa lalu lintas.

"Kebetulan kami sudah punya jadwal dari INASGOC, sekarang kami lagi cocokkan jamnya. Jam daripada game timenya seperti apa," katanya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved