Perajin Tahu Tempe di Jakarta Mempertanyakan Rencana Pemerintah Stop Impor Kedelai

Rencana pemerintah tersebut kurang bijak mengingat kebutuhan kedelai impor dari Amerika Serikat (AS) sangat besar.

Perajin Tahu Tempe di Jakarta Mempertanyakan Rencana Pemerintah Stop Impor Kedelai
Warta Kota/Andika Panduwinata
Ilustrasi pembuatan tempe tahu 

WARTA KOTA, PALMERAH---Perajin tahu tempe di Jakarta mempertanyakan rencana pemerintah menghentikan impor kedelai dari Amerika Serikat.

Hambali, Ketua perajin tempe di Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Gang Sonton, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, mengatakan, rencana pemerintah tersebut kurang bijak mengingat kebutuhan kedelai impor dari Amerika Serikat (AS) sangat besar.

Baca: Rupiah Anjlok, Pengrajin Tahu Tempe Semanan Kelimpungan

Hambali mengatakan, selama memproduksi tempe, hampir semua perajin di Kopti Lenteng Agung menggunakan kedelai asal AS.

"Kebutuhan kedelai buat perajin seperti kami ini besar. Pasokan kedelai lokal tidak bisa memenuhi itu. Bahkan selama saya bikin tempe selalu pakai bahan baku kedelai impor, belum pernah pakai yang lokal," kata Hambali baru-baru ini.

Baca: Kedelai Mahal, Pedagang Tahu Tempe Kecilkan Ukuran

Hambali mengatakan, jika pemerintah mau melaksanakan rencana tersebut, harus memberi solusi alternatif bahan baku bagi para perajin tahu tempe.

Sedangkan Sungkono, Ketua Perajin Tahu di Kopti yang sama, mengatakan hal senada.

"Selama 20 tahun lebih saya bikin tahu, hanya dua kali menggunakan kedelai lokal. Selebihnya kedelai impor. Jadi sekarang di sini semua perajin pakai kedelai impor," kata Sungkono.

Baca: Perajin Tahu Tempe Tak Bisa Naikkan Harga Jual

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved