Korupsi di Kementerian Perhubungan

Bekas Dirjen Hubla Langsung Bangun Begitu Dengar Suara Perempuan Memanggilnya

Tonny adalah terdakwa kasus suap perizinan dan pengadaan proyek di lingkungan Ditjen Hubla Tahun Anggaran 2016-2017.

Bekas Dirjen Hubla Langsung Bangun Begitu Dengar Suara Perempuan Memanggilnya
TRIBUNNEWS/THERESIA FELISIANI
Mantan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (4/4/2018). 

WARTA KOTA, KEMAYORAN - Mantan Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono, mengungkapkan kisah saat dirinya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada 23 Agustus 2017.

Tonny adalah terdakwa kasus suap perizinan dan pengadaan proyek di lingkungan Ditjen Hubla Tahun Anggaran 2016-2017.

Majelis hakim awalnya meminta Tonny menceritakan soal OTT. Tonny menjelaskan, pada pagi hari dia menerima tamu di kantor, lalu menuju Mabes Polri untuk rapat persiapan angkutan Idul Adha.

Baca: Mantan Dirjen Hubla: Pernah Pintu Rumah Terbuka, Uang Rp 18 Miliar Saya Masih Ada

"Dari Mabes Polri saya ke hotel di sekitaran Blok M, acara Kereta Api, karena waktu itu saya Plt Dirjen Kereta Api.‎ Lanjut saya rapat di Kemenkomaritim," ungkap Tonny di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Usai itu, lanjut Tonny, dia kembali ke rumah sekitar pukul 18.30 WIB, dan kemudian istirahat. Tiba-tiba, ada yang mengetok pintu rumahnya, dan ia mendengar suara perempuan memanggil namanya. Tonny kemudian terbangun dan membuka pintu.

"‎Pintar yang OTT, yang manggil saya itu penyidik perempuan, Andini. Itu karena awalnya mengetok tunggu satu jam saya tidak bangun. Begitu ada yang panggil saya suara perempuan, saya bangun. Buka pintu, lalu ada lima orang mengaku dari KPK," beber Tonny. (*)

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved