2020 Eiger Siap Masuk Pasar Global
Tahun itu perusahaan memasarkan produk dengan satu brand saja, yaitu Eiger dan tidak ada lagi brand luar negeri yang dijual di toko seperti sekarang.
WARTA KOTA, BANDUNG - Eiger, produsen peralatan pendukung kegiatan di alam bebas menargetkan produknya masuk ke pasar global pada 2020.
Tahun itu perusahaan memasarkan produk dengan satu brand saja, yaitu Eiger dan tidak ada lagi brand luar negeri yang dijual di toko seperti sekarang.
Produksi sejumlah produk tetap dikerjakan di Bandung dan sekitarnya. Namun pasokan bahan produksi dan sebagian teknologi pembuatannya tetap mengandalkan sejumlah vendor di luar, terutama Hongkong.
Sebagai langkah awal masuk pasar global, produk-produk Eiger akan mulai dipasarkan di negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Vietnam, Singapura, dan Thailand.
Managing Director PT Eigerindo Multi Produk Industri Christian Hartanto Sarsono, Kamis (5/4/2018) mengatakan, langkah go internasional itu harus dilakukan sebagai upaya mengembangkan bisnis dan memperkuat posisinya di tengah persaingan.
Sebelumnya, pada 2015 Eiger telah memantapkan posisi sebagai produsen peralatan pendukung petualangan di daerah tropis.
Dengan langkah ini, Eiger berharap menjadi pionir di bidang penjelajahan di kawasan beriklim tropis di dalam maupun luar negeri dalam rentang garis imajiner 23,5 derajat Lintang Selatan dan Lintang utara.
"Kita ingin kalau ada dari luar mau eksplor daerah tropis maka peralatan pendukungnya kita sudah siapkan, " tutur Christian.
Eiger memutuskan fokus pada petualangan di daerah tropis didukung fakta 40 persen populasi dunia tinggal di daerah ini.
Diferensiasi produk tersebut juga didukung posisi Indonesia yang terletak di daerah tropis.
"Yang kita jual sekarang adalah experential dari perjalanan yg dilakukan di kawasan tropis. Dengan dukungan produk yang memadai, maka experential learning yg didapat di perjalanan bisa lebih lengkap, " tuturnya.
Uuntuk mencapai pasar global, kata Christian, pihaknya menerapkan strategi 3 in, yaitu sistem informasi, inovasi, inisiatif.
"Sistem informasi yang kita kembangkan bisa membuat tidak ada lagi batasan di dunia on dan offline dalam pemasaran. Inisiatif juga menyentuh ke sistem dan manusianya, " tuturnya.
Triwulan pertama tahun ini Eiger mencatat kenaikan volume penjualan sebesar 20 %, meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 17%.
Tahun ini Eiger membuka 20-30 toko, melengkapi 179 toko yang tersebar di seluruh Indonesia. Channel penjualan Eiger juga digarap secara online.
Harimula Muharam, Kepala Marketing PT Eigerindo Multi Produk Industri memaparkan, pada 2016-2017 Eiger memutuskan fokus pada penjelajahan di dunia tropis.
Hal ini dilakukan berdasarkan pengalaman Ekspedisi Black Borneo yang digelar untuk menguji sejumlah produk dan menemukan ide pengembangan produk baru.
Misalnya untuk penjelajahan di hutan tropis yang iklimnya sangat basah, raincoat ternya tidak terlalu penting.
"Yang lbh penting bahan cepat kering. Maka diproduksi pakaian dgn bahan dry fit. Lalu juga diperlukan bahan atau produk pelindung serangga," tutur Muharam.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180405-managing-director-pt-eigerindo-multi-produk-industri-christian-hartanto-sarsono_20180405_154739.jpg)