Suku Dinas KPKP Menemukan Kerupuk Gendar Mengandung Boraks

Suku Dinas KPKP) Jakarta Selatan melaksanakan pengawasan keamanan pangan terpadu dengan memeriksa bahan pangan di empat pasar tradisional.

Suku Dinas KPKP Menemukan Kerupuk Gendar Mengandung Boraks
Warta Kota/Feryanto Hadi
Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan melaksanakan pengawasan keamanan pangan terpadu dengan memeriksa bahan pangan di empat pasar tradisional di Jakarta Selatan. 

WARTA KOTA, TEBET---Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan melaksanakan pengawasan keamanan pangan terpadu dengan memeriksa bahan pangan di empat pasar tradisional di Jakarta Selatan, Rabu (4/4/2018).

Wachyuni, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian Jakarta Selatan, mengatakan, empat pasar yang menjadi target pemeriksaan adalah Pasar Tebet Barat, Tebet Timur, Karet Belakang, dan Menteng Pulo.

Baca: Pemilik Boraks di Pejagalan Berjualan sejak Tahun 2015

"Dengan titik pengujian sampel di lapangan adalah Pasar Tebet Barat," kata Wachyuni.

Wachyuni mengatakan, total seluruh sampel yang diambil dari keempat pasar tersebut adalah 314 sampel.

Rinciannya 194 sampel produk pertanian, 34 sampel produk peternakan, serta 86 sampel produk perikanan.

"Kami juga bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi DKI Jakarta. Dalam kesempatan ini, mereka mengambil 15 sampel olahan yang hanya diambil di Pasar Tebet Barat saja," kata Wachyuni.

Baca: Gawat, 26,8 Persen Panganan PKL Positif Mengandung Formalin dan Boraks

Wachyuni mengatakan, hasilnya keseluruhan sampel yang diambil dari berbagai bahan berbahaya.

Sementara untuk sampel produk olahan didapatkan kandungan boraks pada kerupuk gendar.

"Selanjutnya untuk produk olahan yang mengandung bahan berbahaya dilakukan tindakan penarikan dan pemusnahan oleh kepala pasar disaksikan jajaran terkait, dengan terlebih dahulu dilakukan BAP (berita acara pernyataan) kepada pedagang," kata Wachyuni.

Baca: Inilah Cara Membuat Kerupuk Jengkok Diduga Pakai Boraks

Wachyuni berharap pengelola pasar di Jakarta Selatan dapat mengelola pasar yang higienis dan aman dari bahan tambahan pangan berbahaya.

"Sehingga tersedia bahan pangan produk pertanian, peternakan, dan perikanan yang aman, sehat, utuh, dan halal untuk di konsumsi oleh masyarakat di Jakarta Selatan," kata Wachyuni.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved