Breaking News:

Kasus Puisi Sukmawati

Pelaporan Dugaan Penistaan Agama oleh Sukmawati Soekarnoputri tetap Diproses

Meski permintaan maaf telah dilakukan, pelaporan terhadap Sukmawati Soekarnoputri di Bareskrim tetap diproses.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sukmawati Soekarnoputri berjalan usai berbicara kepada wartawann di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Mohamad Yusuf

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Sukmawati Soekarnoputri telah meminta maaf atas puisinya yang diduga menghina agama Islam.

Namun, meski permintaan maaf telah dilakukan, pelaporan terhadap putri dari Proklamator Kemerdekaan RI, Soekarno di Bareskrim tetap diproses.

Baca: BERITA FOTO: Begini Gaya Sukmawati saat Meminta Maaf di Cikini

“Ini bukan soal permintaan maaf, tapi adalah sebuah ujaran kebencian terhadap SARA,” kata Deni Ardiansyah Lubis, Ketua Tim Advokasi Forum Anti Penodaan Agama (FAPA) usai melaporkan Sukmawati, di Bareskrim Mabes Polri, Gedung Kementerian Kelautan, Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).

Lalu, untuk penodaan agama, menurut Deni, bagi siapapun pelakunya tetap harus diproses secara hukum.

Pihaknya berharap, Bareskrim Mabes Polri harus menindak laporan tersebut sampai ada kepastian hukum terhadap ujaran kebencian yang disampaikan Sukmawati.

“Yang jadi persoalan adalah frasa yang dia katakan. Pertama berkaitan dengan pembanding antara cadar dan kedua dengan dengan azan,” jelasnya.

Dua hal tersebut, lanjutnya, bertentangan dengan Pasal 156a Tentang Penistaan Agama.

Seperti diketahui, Sukmawati Soekarno Putri membacakan puisi berjudul Ibu Indonesia. Yaitu dalam acara memperingati 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di ajang Indonesia Fashion Week 2018, dJakarta Convention Centre, Rabu (28/4/2018).

Namun kata-kata puisi tersebut dianggap netizen sebagai penghinaan agama Islam. Video pembacaan puisi itu pun kini viral.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved