Ini Deretan Kerajaan dengan Wilayah Tersempit di Dunia

Beberapa negara di dunia masih mempertahankan monarki sebagai sistem pemerintahan. Dan di antara yang tersisa itu wilayahby

Ini Deretan Kerajaan dengan Wilayah Tersempit di Dunia
Istimewa
ILUSTRASI Mahkota Kerajaan 

WARTA KOTA, PALMERAH --- Sejak abad ke-20 banyak negara mulai meninggalkan sistem monarki dan memilih republik sebagai bentuk pemerintahan. Namun, beberapa negara di dunia masih mempertahankan monarki sebagai sistem pemerintahan.

Tak hanya itu, beberapa kerajaan yang tersisa di dunia ini memiliki ukuran wilayah yang bisa dibilang "mungil".

Berikut enam kerajaan dengan wilayah paling kecil di dunia.

1. Wallis dan Futuna

Pulau Alofi, salah satu wilayah Kerajaan Wallis dan Futuna.
Pulau Alofi, salah satu wilayah Kerajaan Wallis dan Futuna. (Wikipedia)

Mungkin banyak orang yang belum pernah mendengar nama negara Wallis dan Futuna. Wallis dan Futuna merupakan sebuah kerajaan dengan luas wilayah hanya 140 kilometer persegi yang secara administratif adalah wilayah seberang lautan Perancis.

Namun, negeri ini terdiri atas tiga kerajaan tradisional yang masih dipimpin para raja yang dipilih rakyat mereka. Raja Wallis saat ini adalah Kapeliele Faupala yang naik tahta pada Juli 2008 dan diturunkan oleh para pemimpin tradisional pada September 2014.

Dia merupakan anggota keluarga dinasti Takumasiva yang memerintah Wallis sejak 1767. Sementara Futuna memiliki dua kerajaan yaitu Sigave yang dipimpin Raja Polikalepo Kolivai dan Tu'a yang sempat tanpa penguasa selama empat tahun sebelum Petelo Sea naik tahta pada 17 Januari 2014.

2. Bhutan

Raja Jigme Khesar Namgyel Wangchuck dan Ratu Jetsu Pema dari Bhutan.
Raja Jigme Khesar Namgyel Wangchuck dan Ratu Jetsu Pema dari Bhutan. (dailymail.com)

Hingga akhir abad ke-20, kerajaan Buddha yang terisolasi di Pegunungan Himalaya ini merupakan sebuah negara dengan sistem monarki absolut. Negeri seluas 38.394 kilometer persegi itu tidak memiliki undang-undang pidana, pengadilan, dan raja berkuasa secara absolut.

Pada akhir 1990-an, Raja Jigme Singye Wangchuk melepas kekuasaan absolutnya dan melakukan reformasi demokratis. Pada 1999, pemerintah Bhutan akhirnya mengizinkan siaran televisi dan jaringan internet untuk pertama kalinya.

Halaman
123
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved