Breaking News:

IDI Pecat Dokter Terawan

Dave Laksono dan Keluarga, Bukti Nyata Keberhasilan DSA dr Terawan

"Kenapa IDI tidak menghukum dokter yang melakukan mal prakter, tetapi justru mematikan karir dokter yang telah menolong banyak orang?!"

m16/Anggie Lianda
ANGGOTA Komisi 1 DPR RI Dave Laksono memberikan kesaksian tentang keberhasilan Digital Substraction Angiography (DSA) yang dilakukan dr Terawan Agus Putranto terhadap dirinya, di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (4/4/2018). 

WARTA KOTA, SENEN --- Anggota Komisi 1 DPR RI Dave Laksono mengaku sudah merasakan hasil dari Digital Substraction Angiography (DSA) yang dilakukan dr Terawan Agus Putranto.

"Bisa dikatakan sayalah bukti nyata keberhasilan DSA tersebut," ungkap Dave di RSPAD, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).

Ia juga mengatakan, beberapa rekannya di komisi satu, keluarga, ribuan masyarakat bahkan Presiden sudah merasakan manfaat pengobatan yang dilakukan oleh dr Terawan.

"Manfaatnya sangat luar biasa, tadinya saya sering sakit kepala tapi setelah di DSA itu hilang dan penglihatan menjadi lebih jelas," ungkapnya.

Dave menceritakan step demi step mulai dari scan kepala untuk melihat apakah ada sumbatan, berkonsultasi, hingga tindakan memasukan kateter dari pahanya.

"Prosesnya sangat cepat tidak sampai setengah jam, dimasukin kateter dari paha lalu disuntik obatnya untuk dilihat di mana sumbatannya dan sumbatan itu didorong hingga lemak di jaringan otaknya hilang," paparnya.

"Orang tua sayapun pernah kok beberapa kali. Kalau untuk harga saya ngga ingat, karena langsung masuk di asuransi," sambung Dave.

Dave justru balik mempertanykan kenapa IDI tidak menghukum dokter yang melakukan mal prakter, tetapi mematikan seorang dokter yang telah menolong banyak orang.

"Kenapa IDI tidak menghukum dokter-dokter yang melakukan mal praktek, hingga mengakibatkan pasien kehilangan nyawa, tapi justru malah mematikan, merusak nama baik dan karir seorang dokter yang telah memberikan karya nyatanya kepada bangsa Indonesia," ungkapnya.

Ia berharap jangan sampai dr Terawan berhenti melakukan pengobatan ini, apalagi sampai menghentikan praktiknya. (M16)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved