Breaking News:

Aspija Minta Tempat Hiburan Jangan Dijadikan Komoditas Politik

Gea menambahkan, para pengusaha maupun investor tempat hiburan juga berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah DKI Jakarta.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Suasana halaman depan bekas hotel Alexis yang kini sudah ditutup. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Wakil Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Aspija) Gea Hermansyah meminta tempat hiburan tidak dijadikan 'jualan' politik untuk merebutkan kursi kekuasaan.

"Isunya kan mau jadi calon wakil presiden atau cawapres, tapi jangan jadikan tempat hiburan sebagai komoditas politik dong," ujar Gea Hermansyah kepada Warta Kota melalui sambungan telepon, Selasa (3/4/2018).

Gea mengimbau agar para tokoh politik mencari atau menemukan terobosan-terobosan terbaru untuk memajukan serta menyejahterakan masyarakat Jakarta.

Baca: PDIP Siapkan Tiga Kader untuk Jadi Pendamping Jokowi

'Serangan-serangan' Pemprov DKI Jakarta terhadap tempat hiburan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 18 Tahun 2018, kata Gea, hanya akan membuat pengangguran semakin banyak dan iklim investasi tidak kondusif.

"Gimana mau investasi dengan sehat kalau situasinya tidak kondusif dan tidak ada perlindungan?" tuturnya.

Menurut Gea, para pengusaha tempat hiburan seharusnya mendapatkan bimbingan, pengayoman, dan pembinaan dari pemerintah, bukan malah ditakut-takuti serta diintip aktivitas usahanya.

Baca: Mata Kiri Novel Baswedan Sudah Bisa Melihat Bayangan Tubuh

"Pengusaha tidak dapat perlindungan nih, diayomi dong, dibina dong, bukan ditakut-takuti. Kalau salah panggil, kasih tahu salahnya di mana, dibina," paparnya.

Gea menambahkan, para pengusaha maupun investor tempat hiburan juga berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah DKI Jakarta.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved