Breaking News:

IDI Pecat Dokter Terawan

Pasien Bisa Sembuh Dari Stroke Selang 4-5 jam Pasca Operasi

Lulus sebagai dokter, ia mengabdikan dirinya ke di TNI Angkatan Darat. Terawan lalu ditugaskan ke beberapa daerah.

Penulis: Achmad Subechi | Editor: Achmad Subechi
cek and ricek
Terawan Agus Putranto 

WARTA KOTA, PALMERAH--Siapa Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto? Berdasarkan penulusuran Wartakotalive.com, pria itu adalah jebolan dari Fakultas Kedokteran UGM.

Sejak kecil bercita-cita ingin menjadi dokter. Lahir di Yogyakarta, 5 Agustus 1964. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan ke Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Saat usianya 26 tahun, ia berhasil menamatkan pendidikannya. Lulus sebagai dokter, ia mengabdikan dirinya ke  TNI Angkatan Darat. Terawan lalu ditugaskan ke beberapa daerah, di antaranya Bali, Lombok, dan Jakarta.

Untuk memperdalam ilmu kedokterannya, ia mengambil Spesialis Radiologi di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya.

Ia merasa bahwa ilmu Radiologi di Indonesia belum banyak berkembang, sehingga ia pun terketuk hatinya untuk memperdalam radiologi intervensi. Terawan lulus pada usia 40 tahun.

Tak puasa sampai di sini. Untuk menunjang pelayanan dan menambah keilmuannya, ia menempuh program doktor di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar dan lulus pada 2013.

Dalam pergumulannya dengan dunia medis, Terawan terbilang cerdas. Ia menemukan metode baru untuk penderita stroke.

Metode yang biasa disebut brain flushing itu juga tertuang dalam disertasinya bertajuk 'Efek Intra Arterial Heparin Flushing Terhadap Regional Cerebral Blood Flow, Motor Evoked Potentials, dan Fungsi Motorik pada Pasien dengan Stroke Iskemik Kronis'.

Disertasi tersebut ia sertakan dalam studi doktoratnya di Universitas Hassanuddin. Tentu saja, metode ini mengundang pro dan kontra di kalangan praktisi dan akademisi kedokteran. Namun, Terawan Agus Putranto mampu membuktikannya.

Dalam pengalamannya, pasien bisa sembuh dari stroke selang 4-5 jam pasca operasi. Metode pengobatan tersebut bahkan telah diterapkan di Jerman dengan nama paten ‘Terawan Theory’.

Kualitas sosok Terawan makin sempurna setelah diangkat menjadi Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto pada 2015.

Ia tak hanya bergelut untuk ego pribadinya sebagai dokter, tapi ia juga mampu mengelola rumah sakit secara profesional.

Atas pengabdiannya, Terawan mendapatkan sejumlah penghargaan. Di antaranya penghargaan Hendropriyono Strategic Consulting (HSC) dan dua rekor MURI sekaligus sebagai penemu terapi cuci otak dan penerapan program Digital Substraction Angiogram (DSA) terbanyak.

Terawan membuktikan kepada dunia medis, meski menjadi dokter militer, ia tetap bisa memberikan penemuan metode baru dan pelayanan cepat kepada pasien stroke agar cepat sembuh.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved