Breaking News:

Fraksi Hanura DPRD Nilai Kebijakan Pemprov DKI Bertentangan dengan Visi Misi Anies-Sandi

Hanura menilai kebijakan yang dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta d ibawah kepemimpinan Anies Baswedan, bertentangan dengan visi mereka.

Warta Kota/Dwi Rizki
RAPAT Paripurna Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta tahun 2018-2022 di Gedung DPRD, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (2/4/2018), tampak sepi peserta. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Fraksi Hanura DPRD DKI menilai, pemaparan RPJMD Pemprov Jakarta pekan lalu bertentangan dengan visi dan misi Gubernur Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno.

Hanura menilai kebijakan yang dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta d ibawah kepemimpinan Anies Baswedan, bertentangan dengan visi mereka, yakni 'Jakarta kota maju, lestari dan berbudaya, yang warganya terlibat mewujudkan Jakarta kota maju, keberadaban, keadilan, dan kesejahteraan bagi semua'.

"Di antara berbagai kebijakan yang kami anggap bertentangan dengan visi tersebut, adalah kebijakan Gubernur yang kembali mengizinkan becak untuk beroperasi di wilayah DKI Jakarta. Hal ini pun bertentangan dengan Peraturan Daerah No 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum," ujar anggota DPRD DKI Fraksi Hanura Syarifudin, di ruang sidang paripurna DPRD DKI, Senin (2/4/2018).

Baca: Cek Kondisi Jantung, Fredrich Yunadi: Saya Bayar Sendiri, KPK Enggak Punya Uang

Hanura juga memandang visi Jakarta kota maju dan keberadaban, keadilan, dan kesejahteraan bagi semua, bertentangan dengan kebijakan penataan kawasan Tanah Abang.

"Kebijakan eksekutif yang memberikan ruang kepada PKL mengokupasi jalan dan pedestrian yang seharusnya diperuntukkan untuk kendaraan beroda dan pejalan kaki, adalah sebuah kebijakan yang bertentangan dengan visi maju dan berbudaya," tutur Syarifudin.

"Hal tersebut bisa kita lihat dalam kebijakan penataan kawasan Tanah Abang. Kebijakan Gubernur yang menutup Jalan Jatibaru dan memberikan tempat kepada kepada PKL untuk berjualan di Jalan dan di pedestrian, selain bertentangan dengan undang-undang, juga bertentangan dengan karakter kota yang berbudaya," sambungnya. (*)

Penulis: Yosia Margaretta
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved