Breaking News:

IDI Pecat Dokter Terawan

Dr Terawan Sudah Pernah Menangani 40.000 Pasien Stroke

Saya akan terus kerja aja. Semuanya untuk masyarakat. Kasihan masyarakat dan juga IDI kalau kita rame dengan bantah bantahan terus.

Penulis: Achmad Subechi | Editor: Achmad Subechi
ist
Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto bersama pasiennya. Foto: Instagram/@fitrioktarini 

WARTA KOTA, PALMERAH--Kontroversi penonaktifkan sementara anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terhadap Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto, belum berakhir.

Mengapa dr Terawan Agus Putranto belum bicara? Seperti diberitakan Ceknricek.com, dr Terawan bersikap biasa dan tidak merasa terkejut mendengar informasi keputusan dan rekomendasi MKEK yang keras itu.

"Ya, saya ada dengar selentingan. Tapi, yah gak usah ditanggapi serius, deh," ujar anggota Tim Dokter kepresidenan itu kepada Ceknricek.com.

"Saya akan terus kerja aja. Semuanya untuk masyarakat. Kasihan masyarakat dan juga IDI kalau kita rame dengan bantah bantahan terus," tukas dokter spesialis Radiologi itu.

Ayah seorang putera asal Yogyakarta itu mengatakan, dia sudah menerapkan metode mengatasi masalah stroke sejak 2005.

"Sudah sekitar 40.000 pasien yang kami tangani," imbuhnya. Tak banyak muncul komplain dari masyarakat dan dia menganggap sebagai bukti kevalidan metode yang diterapkannya.

Sejak lulus dari FK UGM pada tahun 1990, Terawan terus menekuni karier di dunia medis. Lalu melanjutkan studi ke Universitas Airlangga, Surabaya mengambil Spesialis Radiologi, dan pada 2004.

Setelah itu, ia menemukan metode baru untuk mengatasi penderita stroke. Populer disebut dengan terapi “cuci otak” dan penerapan program DSA (Digital Substraction Angiogram). Secara ringkas, metode ini sebenarnya adalah memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah melalui pangkal paha.

Ini dilakukan untuk melihat apakah ada penyumbatan pembuluh darah di area otak. Penyumbatan dapat mengakibatkan aliran darah ke otak bisa macet.

Jika ini terjadi, saraf tubuh tidak bisa bekerja dengan baik. Kondisi inilah yang terjadi pada pasien stroke.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved