Sabtu, 25 April 2026

Disdukcapil Kota Bogor Jemput Bola ke Warga untuk Perekeman E-KTP

"Kalau KTP ganda itu tidak ditemukan karena mereka sudah punya NIK tunggal," ungkapnya.

Tribun Bogor
Kepala Bidang Kependudukan Disdukcapil Kota Bogor, Agus Suparman 

WARTA KOTA, BOGOR - Demi mempercepat proses perekaman data KTP elektronik (E-KTP) menjelang Pilkada 2018, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor menerapkan teknik jemput bola kepada masyarakat.

"Untuk itu kita mencoba jemput bola turun ke lapangan, kita memakai mobil keliling datang ke kelurahan dan melakukan perekaman bagi yang belum," ungkap Agus Suparman, Kepala Bidang Kependudukan Disdukcapil Kota Bogor, Selasa (3/4/2018).

Agus mengatakan pihaknya juga melayani perekaman data bagi warga yang sakit hingga tidak dapat berjalan seperti lumpuh atau stroke.

"Nanti pihak kelurahannya yang melayangkan surat ke Disdukcapil dengan ditandatangani oleh pak lurah, nanti dari kita dibuatkan jadwalnya," kata Agus.

Dari penjelasannya, jadwal yang dimaksud Agus adalah jadwal untuk melakukan perekaman data dari pintu ke pintu secara langsung.

"Dengan adanya surat seperti itu kita bisa menjadwalkan, kebetulan kita juga punya motor keliling jadi kita bisa langsung ke rumahnya setelah menerima surat dari kelurahan," pungkasnya.

Selain dengan teknik jemput bola, Agus juga menuturkan Disdukcapil bekerja sama dengan petugas kecamatan dan salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bogor.

"Perekamannya itu kita arahkan di masing-masing kecamatan, atau kalau di kecamatan belum sempat bisa dilakukan di mall BTM lantai 3 setiap hari kerja," ujarnya.

Menurut Agus, data-data pribadi seperti iris mata, sidik jari, tanda tangan, dan lain sebagainya akan dikirim ke pemerintah pusat untuk dilakukan penunggalan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Kita tugasnya hanya melakukan perekaman saja, kalau datanya sudah oke dan clear artinya sudah siap dicetak KTP-nya baru dikembalikan ke kita," tutur Agus.

Terkait perekaman data dari konvensional ke sistem elektronik, Agus menyatakan tidak ditemukan kasus NIK ganda di Kota Bogor hingga saat ini.

"Kalau KTP ganda itu tidak ditemukan karena mereka sudah punya NIK tunggal," ungkapnya.

Pria itu juga menjelaskan maksud dari penggunaan KTP ganda bagi oknum tertentu.

"Ada beberapa kemungkinan misalnya ada unsur kesengajaan untuk melakukan hal yang tidak benar, mudah-mudahan enggak ada lah di Bogor," kata Agus. (Aris Prasetyo Febri)
 

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved