Camat Tambora Sebut Usaha Konveksi Penyebab Kebakaran di Jembatan Besi Tak Berizin

Konveksi yang milik Aket itu dijalankan di rumah yang ia sewa, dan kini sudah hangus terbakar.

Camat Tambora Sebut Usaha Konveksi Penyebab Kebakaran di Jembatan Besi Tak Berizin
WARTA KOTA/PANJI BASKHARA RAMADHAN
Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di RT 01/16 dan RT 01/09, Kelurahan Jembatan Besi, KecamatanTambora, Jakarta Barat, Minggu (1/4/2018) sekitar pukul 21.30 WIB. 

WARTA KOTA, TAMBORA - Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di RT 01/16 dan RT 01/09, Kelurahan Jembatan Besi, KecamatanTambora, Jakarta Barat, Minggu (1/4/2018) sekitar pukul 21.30 WIB.

Penyebab kebakaran diduga korsleting listrik dari gedung konveksi yang disebut oleh Camat Tambora Djaharuddin, tidak punya izin.

"Rumah konveksi jadi sumber api kebakaran di Jembatan Besi. Ini sudah menyalahi aturan ya, ada rumah atau gedung konveksi berdiri lama, di permukiman padat penduduk," kata Djaharuddin, Senin (2/3/2018).

Baca: Kebakaran di Jembatan Besi Berasal dari Rumah yang Dikontrakkan untuk Usaha Konveksi

"Seharusnya ini rumah konveksi tidak boleh ada di permukiman padat penduduk. Ini tidak ada izinnya ya. Kalau secara zonasi kan ya tak boleh," sambungnya.

Konveksi yang milik Aket itu dijalankan di rumah yang ia sewa, dan kini sudah hangus terbakar.

"Pemilik konveksi cuma menyewa saja," ujar Djaharuddin.

Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di RT 01/16 dan RT 01/09, Kelurahan Jembatan Besi, KecamatanTambora, Jakarta Barat, Minggu (1/4/2018) sekitar pukul 21.30 WIB.
Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di RT 01/16 dan RT 01/09, Kelurahan Jembatan Besi, KecamatanTambora, Jakarta Barat, Minggu (1/4/2018) sekitar pukul 21.30 WIB. (WARTA KOTA/PANJI BASKHARA RAMADHAN)

Ia mengimbau kepada RT/RW untuk mendata ulang beberapa rumah konveksi, atau industri lain di lingkungannya. Nanti, kata Djaharuddin, akan dinilai apakah menyalahi aturan atau tidak.

"Semua ini yang berkaitan dengan perusahaan yang menggunakan penyebab kebakaran atau rawan kebakaran. Jika benar melanggar, nanti yang menindak itu Satpol PP. Kebakaran, buat 50 Kepala Keluarga (KK) atau 150 jiwa telah kehilangan tempat tinggal," paparnya. (*)

Penulis:
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved