Senin, 11 Mei 2026

2500 Dokter Menganggur Akibat Tidak Lulus Uji Kompetensi, Beberapa di Antaranya Depresi

Kata Ichsan pada bulan Maret dan September rekannya meninggal akibat depresi dan sesak nafas saat mengikuti ujian.

Tayang:
Editor: Murtopo
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
M Ichsan Fathillah, Mahasiswa Kedokteran Muhammadiyah Jakarta. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Anggie Lianda Putri

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - M Ichsan Fathillah, Mahasiswa Kedokteran Muhammadiyah Jakarta, menyesalkan tiga rekan sejawatnya yang mengalami depresi akibat tak kunjung lulus uji kompetensi.

"Banyaknya dampak yang kami rasakan hingga sekarang, ditambah lagi meninggalnya tiga rekan sejawat kita," ungkap Ichsan di Ruang Baleg DPR RI, Senin (2/4/2018).

Kata Ichsan pada bulan Maret dan September rekannya meninggal akibat depresi dan sesak nafas saat mengikuti ujian, namun tidak diperbolehkan ke luar sebelum waktu selesai yaitu 200 menit.

Ichsan dan teman-temannya mempertanyakan apakah pantas untuk menjadi seorang dokter hanya diuji dengan 200 soal dalam waktu 200 menit.

"Apakah pantas kita diuji hanya 200 menit dan hanya itu kita bisa mengabdi kepada negara Indonesia ini," tanyanya.

Ia juga menyayangkan sekitar 2500 dokter muda masih menganggur karena belum lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) yang diberikan oleh Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi.

"Bahkan estimasi pengangguran akan bertambah terus setiap 3 bulan sekali," katanya.

Ia berharap kepada pihak pemerintah untuk diakui secara legal agar secepatnya bisa mengabdi kepada masyarakat. (M16)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved