Bencana Rumah Roboh, Sandi: Jadi Catatan Kita

"Saya prihatin, sekali lagi ini musibah dan itu jadi catatan kita, gimana kita punya data yang kuat

Warta Kota/Dwi Rizki
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno, saat mendampingi Calon Walikota dan Wakil Walikota Bekasi, Nur Supriyanto dan Adhy Firdaus Saadi berkunjung di Ropisbak, Jalan Jatiwaringin Raya, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (1/4/2018). 

WARTA KOTA, PONDOK GEDE -- Bencana rumah roboh yang terjadi di permukiman padat penduduk pinggir Jalan Inspeksi Kali Ciliwung, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat pada Sabtu (31/3/2018) malam dicermati Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno tidak hanya sebagai musibah.

Kejadian tersebut katanya merupakan imbas dari pergerakan tanah Ibukota.

"Saya prihatin, sekali lagi ini musibah dan itu jadi catatan kita, gimana kita punya data yang kuat dan kita ada inspeksi yang rutin terhadap bangunan, khususnya yang sudah lama dan punya resiko tinggi berkaitan dengan pergerakan tanah," ungkapnya saat mendampingi Calon Walikota dan Wakil Walikota Bekasi, Nur Supriyanto dan Adhy Firdaus Saadi berkunjung di Ropisbak, Jalan Jatiwaringin Raya, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (1/4/2018).

Hal tersebut dibuktikannya lewat data pergerakan tanah di DKI Jakarta, tercatat penurunan muka tanah khususnya wilayah Jakarta Utara mencapai tujuh sentimeter setiap tahun. Kondisi itu secara langsung mempengaruhi konstruksi bangunan tua yang kini masih berdiri di Ibukota.

"Karena kan sekarang turun terus, di Jakarta itu sekitar tujuh sentimeter setiap tahun. Ini pasti konstruksi rumah yang sudah tua dan tidak kuat, banyak sekali potensi yang membahayakan penghuninya," jelasnya.

"Maka itu kita coba minta bantuan dengan Ikatan Arsitek Indonesia, kita juga lagi merancang pertemuan dengan Ikatan Konsultan Pembangunan Indonesia ini untuk memetakan bangunan-bangunan DKI yang berpotensi mempunyai resiko berkaitan dengan pergerakan tanah, baik turun maupun bergeser itu kita pantau terus," tutupnya menambahkan.

Seperti diketahui sebelumnya, bencana rumah roboh terjadi di permukiman padat penduduk pinggir Jalan Inspeksi Kali Ciliwung, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat pada Sabtu (31/3/2018) malam.

Empat buah rumah warga dilaporkan roboh dan lima buah lainnya terlokalisir, sebanyak 18 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 63 jiwa kini kehilangan tempat tinggal.

Akibat kejadian tersebut, tiga orang warga terluka, antara lain Erna (49) dan Atikah (45) warga Jalan Kembang V RT 03/02 Kwitang, Senen, Jakarta Pusat serta seorang anak telah dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Kedua ibu rumah tangga itu dirawat karena luka pada bagian kepala, sedangkan seorang anak sudah diperbolehkan pulang karena tidak mengalami luka serius. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved