Breaking News:

PD Pasar Jaya Membangun Pasar Rakyat Tanpa Disertai Konsep Matang

Pasar rakyat tidak lebih dari sekadar tagline namun tidak didukung oleh hal-hal substansial serta langkah-langkah strategis.

Penulis: Feryanto Hadi | Editor:
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Suasana Pasar Tradisional Kebon Bawang. 

WARTA KOTA, PALMERAH---M Ikhsan Ingratubun, Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), mengatakan, pasar rakyat dibangun oleh PD Pasar Jaya tanpa disertai konsep yang matang.

Menurutnya, pasar rakyat tidak lebih dari sekadar tagline namun tidak didukung oleh hal-hal substansial serta langkah-langkah strategis yang bisa mengembalikan kejayaan pasar tradisional.

"Ini yang saya kira harus dibenahi, yakni soal perencanaan. Saya melihat konsep pasar rakyat yang ada saat ini hanya sekadar pergantian nama saja serta bagaimana menghabiskan anggaran untuk peremajaan pasar. Tetapi sama sekali tidak diikuti dengan konsep yang jelas," kata Ikhsan kepada Warta Kota beberapa waktu lalu.

Baca: Pasar Rakyat Sepi, Ada Pergeseran Gaya Hidup: Ini Kata Warga

Perkataan ini mengacu kepada kondisi pasar rakyat yang saat ini makin sepi.

Ikhsan mengatakan, seharusnya PD Pasar Jaya melakukan evaluasi terhadap konsep yang dibuatnya itu.

Apalagi saat ini sedang digencarkan proses revitalisasi terhadap pasar rakyat.

"Kampanye terhadap pasar rakyat begitu gencar namun konsep yang disajikan belum jelas. Jangan sampai nanti nasib pasar rakyat yang dibangun juga sepi padahal sudah habiskan dana besar untuk revitalisasi," kata Ikhsan.

Ikhsan mengatakan, pasar rakyat harusnya memiliki konsep berbasis kawasan.

Baca: Pasar Rakyat Harusnya Berkonsep Kawasan

"Namanya saja pasar rakyat, kalau bisa dikonsep agar benar-benar dalam suasana yang merakyat. Bisa dilakukan dengan penambahan pusat kuliner dan juga adanya panggung hiburan. Hiburan bisa digelar secara terjadwal, misal pertunjukkan musik keroncong, dangdut, festival sulap, dan semacamnya yang bisa menciptakan ambience sebagai pestanya rakyat," kata Ikhsan.

"Dengan adanya hiburan itu tentu masyarakat jadi tertarik datang. Baik yang ingin berbelanja sambil menikmati kuliner atau sekadar melihat hiburan yang disajikan. Intinya, harus berkonsep kawasan," kata Ikhsan.

Baca: Pedagang Sebut Pasar Rakyat Kebon Bawang Mirip Kuburan

Apabila PD Pasar Jaya tetap pasif dan hanya mengubah nama dari pasar tradisional menjadi pasar rakyat, Ikhsan mengatakan, permasalahan yang dialami pedagang akan semakin berat.

"Di tengah gempuran digitalisasi sekarang ini harus ada langkah strategis dan terarah agar pedagang pasar tidak hilang. Segeralah bergerak dan jangan cuma berencana atau berwacana saja," kata Ikhsan.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved