Berita Heboh

Inilah Dasar Perhitungan Penurunan Tarif Jalan Tol

Dia menambahkan, dari 39 ruas yang dikaji, tiga di antaranya selain diberi perpanjangan waktu konsesi juga akan diberikan insentif pajak.

Inilah Dasar Perhitungan Penurunan Tarif Jalan Tol
Dokumentasi PT Ngawi Kertosono Jaya
Tol Ngawi-Kertosono siap untuk dioperasikan. 

WARTAKOTA, PALMERAH-- Dalam rangka menurunkan biaya distribusi logistik, pemerintah kini tengah mengkaji rencana harmonisasi tarif tol.

Rencana ini akan diwujudkan dengan tetap menjaga kepercayaan investor dan menghormati kerja sama yang telah ditandatangani di dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, setidaknya ada 39 ruas tol yang akan dikaji kembali tarifnya.

Harmonisasi ini dilakukan dengan kompensasi perpanjangan waktu konsesi dan pemberian insentif perpajakan.

“Bukan penurunan, tapi istilah Menteri Keuangan (Meneu) mengharmonisasi tarif tol. Kenapa harmonisasi? Kan harganya bervariasi, ini diharmonisasi. Jadi supaya tidak terlalu beda per kilometernya karena itu tarif dasar,” kata Basuki di Madiun, Kamis (29/3/2018).

Baca: Tarif 39 Ruas Tol Akan Diturunkan, Ini Daftarnya

Baca: Ibu-ibu Korban Kebakaran di Kembangan Utara Memeluk Anies

Dijelaskan Basuki, ada empat tarif yang berlaku di ruas tol, tergantung dari tahun konstruksi, yaitu:

1. Jalan tol yang dibangun  tahun 1970-an hingga 2000, tarifnya Rp 400 per kilometer.

2. Jalan tol yang dibangun tahun 2000-2010 tarifnya di kisaran Rp 700 per kilometer.

Halaman
1234
Editor: Suprapto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved