Breaking News:

Warga yang Bangun Rumah di Daerah Ini Harus Nyumbang Jutaan Rupiah ke Pengurus RW

Jumlah uang yang harus disetorkan warga kepada pengurus RW 09 yakni senilai Rp 2,5 juta untuk sumbangan

Penulis: | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Hamdi Putra
Rumah Ketua RW 09 Hasan Sunardi di Komplek Bisma, RW 09, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Rabu (28/3/2018). 

"Warga yang bisa ikut irama pengurus RW bahkan tidak bayar," terangnya.

Sebelumnya, warga RW 09 Komplek Bisma, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengeluhkan pengelolaan kas RW yang tidak transparan dan cenderung tertutup.

Awalnya pengurus RW 09 tidak membuat Laporan Kas selama 6 tahun (2011-2016 untuk periode 2011-2013 dan 2014-2016) dengan berbagai alasan. 

Setelah warga melakukan protes hingga tingkat Pemprov DKI Jakarta, akhirnya pihak RW pada bulan Juni 2017 membuat Laporan Kas tahun 2011-2016, namun tanpa dukungan buku kas dan bukti-bukti, bahkan kemudian direvisi dengan saldo akhir yang berbeda tanpa penjelasan.

"Walau pun saldo akhirnya berbeda, kalau warga setuju dan tidak protes mau apa? Kalau ada yang protes tapi kalah jumlah tetap saja tidak bisa apa-apa," ungkap Lurah Papanggo, Maryono.

Karena protes, warga yang menuntut transparansi dan akuntabilitas serta pertanggungjawaban pengelolaan kas RW, digugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara oleh Ketua RW 09 Hasan Sunardi atas tuduhan Perbuatan Melawan Hukum (PMH).

Warta Kota sudah berusaha mengklarifikasi kepada Ketua RW 09 Hasan Sunardi dengan mengunjungi Pos RW 09 dan rumah yang bersangkutan di Komplek Bisma, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, pada Rabu (28/3/2018). Akan tetapi, Ketua RW 09 Hasan Sunardi sedang tidak berada di tempat.

"Pak Lurah lagi keluar, sudah dua hari," ucap Yuli, asisten rumah tangga Hasan Sunardi. (M15)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved