Dokter Helmi Didakwa Pasal Pembunuhan Berencana dan Kepemilikan Senjata Api

Dakwaan itu dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Felix Kasdi, di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Dokter Helmi Didakwa Pasal Pembunuhan Berencana dan Kepemilikan Senjata Api
Warta Kota/Muhamad Azzam
Sidang perdana kasus penembakan dr Letty Sultri oleh suaminya, dr Ryan Helmi alias Helmi di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (29/3/2018). 

WARTAKOTA, CAKUNG - Dokter Ryan Helmi didakwa oleh hakim dengan pasal Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana jo 338 KUHP tentang pembunuhan jo Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api.

Dakwaan itu dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Felix Kasdi, di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (29/3/2018).

Persidangan yang dijadwalkan pukul 10.00 baru dimulai pukul 14.00.

Tampak beberapa anggota keluarga Letty Sultri hadir pada persidangan.

Baca: Pengakuan Dokter Helmi Awalnya Cuma Mau Menakuti Istri dengan Pistol

Sidang perdana kasus penembakan dr Letty Sultri oleh suaminya, dr Ryan Helmi alias Helmi dipimpin oleh hakim ketua Puji Harian, anggota hakim 1 Gede Ariawan, anggota hakim 2 Muhamad Sirad.

Usai pembacaan dakwaan oleh Jaksa penuntut, Hakim Ketua menanyakan kepada kuas hukum apakah pihaknya akan mengajukan eksepsi.

Baca: Terungkap Helmi Menghabisi Dokter Letty Sampai Peluru Habis di Saat Prarekonstruksi

Usai berunding dr Helmi melalui kuasa hukumnya akan melakukan mengajukan eksepsi.

"Saya beri waktu satu Minggu ya, diberikan sampai tanggal 5 April untuk pembacaan eksepsi ya,"ujar Hakim Ketua Puji Harian.

Baca: Helmi Sadis Tembak Dokter Letty 6 Kali dan akan Membakarnya

Usai persidangan salah satu kuasa hukum Rihat Manulang mengatakan kliennya akan mengajukan eksepsi.

"Atas dakwaan itu, kami tim kuasa hukum meminta salinan dakwaan, kami akan mengajukan eksepsi. Kami belum bisa bicara banyak tentang dakwaan itu, ini kan masih proses pembuktian,"paparnya.(*)

Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved