Jumat, 24 April 2026

Jenazah Enen Cahyati Tak Dibawa ke Indonesia

Jenazah Enen Cahyati, korban pembunuhan suaminya, Bilal Abdul Fateen di Phnom Penh, Kamboja pada akhir pekan lalu tidak dibawa ke Indonesia.

Penulis: Feryanto Hadi |
Enen Cahyati semasa hidup saat berfoto dengan anaknya (ist) 

WARTA KOTA, JAGAKARSA -- Jenazah Enen Cahyati, korban pembunuhan yang dilakukan oleh suaminya sendiri Bilal Abdul Fateen di Phnom Penh, Kamboja pada akhir pekan lalu dipastikan tidak dibawa ke Indonesia.

Hal itu dikonfirmasi langsung sang anak, Insya Maulida (25) saat ditemui di kediamannya, bilangan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Insya mengatakan, keluarga sudah mempertimbangkan kalau jasad ibunya itu tak harus dibawa pulang ke Indonesia karena kondisi jenazah yang sudah cukup lama belum dikuburkan.

"Pertimbangan karena jenazah sudah lama udah pada biru-biru badannya kasian juga kan," ucapnya di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (28/3/2018).

Ia juga mengatakan sempat mendapat telefon dari Dir Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum bahwa jenazah Enen Cahyati belum dimakamkan.

Hal tersebut, lanjut Insya, karena masih menunggu persetujuan dari pihak keluarga korban.

"Insya mendapat telpon dari Dir. Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum bahwa jenazahnya belum dimakamkan karena menunggu persetujuan dari pihak keluarga," ujarnya.

Kasus ini terungkap setelah tercium bau busuk dari dalam kamar hotel no 172 yang mereka tempati.

Kamar itu lantas didobrak oleh petugas, dan ditemukan sosok Enen yang telah tewas.

Enen pertama kali mengenal Bilal di situs muslimah.com pada tahun 2014.

Mereka lantas bertemu di Hotel Ibiis di Sarina.

Terkait kasus ini, Kementerian Luar Negeri RI telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan rumah sakit di Kamboja untuk mengetahui penyebab kematian Enen.

"KBRI berkoordinasi dengan rumah sakit untuk mengetahui hasil visum yang diperkirakan masih akan membutuhkan waktu," kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan BHI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (28/3/2018).

Sebelumnya, Iqbal mengatakan, KBRI Pnohm Penh mengetahui kabar kematian Enen tak lama setelah jasad Enen ditemukan pihak kepolisian setempat pada Minggu (25/3/2018) malam.

Saat itu polisi membuka paksa pintu kamar hotel yang ditemati Enen.

"Diperkirakan almarhumah dibunuh 3 hari sebelum ditemukan," katanya

Enen Cahyati ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di Phnom Penh, Kamboja. Wanita asal Jagakarsa, Jakarta Selatan, itu diduga dibunuh lantaran ada bekas cekikan di lehernya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved