Himpunan Mahasiswa Laut (HML) Trisakti Jakarta Bakal Gelar Seminar Tol Laut

Diharapkan penyelenggaraan seminar tersebut bertujuan dapat memberikan sumbang saran dalam pembangunan kembali budaya maritim Indonesia.

Himpunan Mahasiswa Laut (HML) Trisakti Jakarta Bakal Gelar Seminar Tol Laut
Istimewa
Logo Himpunan Mahasiswa Laut (HML) Sekolah Tinggi Manajemen Transport (STMT) Trisakti Jakarta

WARTA KOTA, BOGOR -  Himpunan Mahasiswa Laut (HML) Sekolah Tinggi Manajemen Transport (STMT) Trisakti Jakarta akan menggelar Seminar terkait Tol Laut pada 3 Mei mendatang di Jakarta.

Tema yang diangkat tentang Optimalisasi Program Tol Laut Sebagai Penunjang Kebersihan dalam Pendistribusian Barang Guna Meningkatkan Perekonomian Wilayah Daerah Terpencil, Terluar dan Pedalaman

Ketua HM STMT Trisakti Jakarta, Antonius Rajabana Tarigan, kegiatan seminar terkait tol laut ini merupakan program kerja 2018 kepengurusan  dan hasil rapat Badan Pengurus Harian HML yang kita selenggarakan yang rencananya akan mengundang berbagai pihak yang berkompeten diantaranya, Kementrian Perhubungan (Kemenhub), PT. Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI), Indonesian National Shipowners’ Association (INSA), Pengamat Ekonomi serta para ahli yang berkompeten.

“Selain itu, diharapkan penyelenggaraan seminar tersebut bertujuan dapat memberikan sumbang saran dalam pembangunan kembali budaya maritim Indonesia. Karena sebagai negara yang terdiri atas 17 ribu pulau, bangsa Indonesia harus menyadari dan melihat dirinya sebagai bangsa yang identitasnya, kemakmurannya, dan masa depannya, sangat ditentukan oleh bagaimana kita mengelola samudera,” kata Antonio, Rabu (28/3/2018).

Steering Commite Seminar, Agha Dwi Rizkianto kepada wartawan menjelaskan, kegiatan seminar yang digelar HML Trisakti Jakarta ini pesertanya adalah  para mahsiswa STMT jurusan laut khususnya, dan  mahasiswa STMT pada umumnya serta dari umum.

“Untuk menyukseskan penyelenggaraan kegiatan seminar ini, Panitia Seminar juga akan menggandeng sejumlah pihak sebagai sponsorship baik dari instansi atau lembaga pemerintah maupun pihak pihak perusahaan swasta,” ujarnya.

Sementara itu, menurut salah seorang dosen Ilmu Pelayaran STMT Trisakti Jakarta, Capt. Sjahrial Nasution  mengatakan, akselerasi konektivitas antarpulau adalah langkah nyata kehadiran Negara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Keterhubungan ini tercermin dalam program Tol Laut.

“Dalam kerangka Indonesia sentris, melalui Tol Laut, Pemerintah telah mewujudkan apa yang pernah disampaikan saat kampanye terkait Trisakti Bung Karno yaitu menciptakan Bangsa yang mandiri dan tidak melupakan budaya sebagai kepribadian dan jati diri”, imbuhnya.

Lebih lanjut Sjahrial mengungkapkan, saat ini Indonesia bertekad menjadi sebagai negara poros maritim dunia. Karena bagi Indonesia, khususnya di Asia Timur berperan penting bagi keamanan, stabilitas, dan kemakmuran ekonomi di kawasan.  Sebuah trasformasi besar sedang terjadi di abad ke-21 ini. Pusat gravitasi geo-ekonomi dan geo-politik dunia sedang bergeser dari Barat ke Asia Timur. Negara-negara Asia sedang bangkit. Momentum ini, akan sangat baik dalam menunjang cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Untuk menjadi sebuah negara maritim, maka infrastrukur antar pulau dan sepanjang pantai di setiap pulau merupakan hal yang harus dibangun dan dikembangkan. Jalan antarpulau ini harus benar-benar dapat direalisasikan untuk mempercepat transportasi antar pulau di Indonesia,” pungkasnya.

Penulis: Adi Kurniawan
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved