Kasus First Travel

First Travel Masih Utang Rp 200 Juta untuk Penyediaan Kain Ikram, Batik, dan Buku Panduan

Sidang lanjutan kasus penipuan biro perjalanan umrah First Travel kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Rabu (28/3/2018).

First Travel Masih Utang Rp 200 Juta untuk Penyediaan Kain Ikram, Batik, dan Buku Panduan
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Sidang lanjutan kasus penipuan biro perjalanan umrah First Travel di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Rabu (28/3/2018), berjalan hanya satu jam. 

WARTA KOTA, DEPOK - Sidang lanjutan kasus penipuan biro perjalanan umrah First Travel kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Rabu (28/3/2018).

Dalam sidang kali ini, jaksa penuntut umum (JPU) hanya mampu menghadirkan dua saksi di persidangan, dari sembilan saksi yang dipanggil.

Karenanya, sidang berjalan hanya sekitar satu jam. Sidang dimulai menjelang pukul 11.00 dan selesai sebelum pukul 12.00.

Baca: Kapolri Minta Penyerang Gereja di Yogyakarta Dirawat Baik, Ini Tujuannya

Dua saksi yang hadir adalah Indar Sulistianto selaku Direktur PT Tohiron Daya Cipta, dan Manajer Operasional Apartemen Puri Park View Muhammad Ismail.

PT Tohiron Daya Cipta merupakan vendor penyedia kain ikram, baju batik, dan buku panduan umrah bagi calon jemaah umrah First Travel.

Sedangkan kehadiran Manajer Operasional Apartemen Puri Park View, karena salah satu unit apartemen yang berlokasi di Kembangan, Jakarta Barat itu diketahui milik salah satu terdakwa, yakni Kiki Hasibuan.

Baca: Meski di Tukang Pangkas Pinggir Jalan, Potongan Rambut Setya Novanto Menurut Istrinya Tetap Oke

Tidak banyak hal yang ditanyakan jaksa dan hakim kepada kedua saksi yang memberikan keterangan secara bergantian.

Dari keterangan Indar Sulistianto selaku Direktur PT Tohiron Daya Cipta, diketahui bahwa First Travel masih memiliki utang Rp 200 Juta.

"Total transaksi untuk kain ikram, batik, dan buku panduan sekitar Rp 7,7 miliar. Tapi masih ada utang yang belum dibayarkan sebesar sekitar Rp 200 juta," beber Indar dalam persidangan.

Baca: Penyerang Gereja di Yogyakarta Pernah Bikin Paspor Suriah tapi Gagal

Sedangkan Manajer Operasional Apartemen Puri Park View Muhammad Ismail memastikan bahwa salah satu kamar apartemen memang ditinggali oleh Kiki Hasibuan. Namun, unit kamar apartemen itu diketahui dibeli atas nama Hesty Agustin, teman dekat Kiki.

Setelah mendengar keterangan dua saksi dan tak ada lagi yang hendak ditanyakan oleh JPU, majelis hakim, dan kuasa hukum terdakwa, hakim ketua Subandi menutup sidang. Sidang akan dilanjutkan Senin (2/4/2018) pekan depan dengan agenda masih pemeriksaan saksi dari JPU.

"Saksi yang tidak bisa hadir hari ini, akan kami panggil lagi untuk memberi keterangan Senin depan," jelas anggota tim JPU Sufari usai sidang. (*)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved