Antisipasi Banjir, Dua Pompa Dipersiapkan di Setiap Stasiun MRT

PT MRT Jakarta optimis pihaknya bisa menanggulangi permasalahan banjir dengan mempersiapkan berbagai strategi.

Antisipasi Banjir, Dua Pompa Dipersiapkan di Setiap Stasiun MRT
Warta Kota/Rangga Baskoro
Suasana pekerjaan proyek pembangunan PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta di Stasiun Dukuh Atas yang terletak di Jalan Tanjung Karang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (28/3). 

WARTA KOTA, TANAH ABANG -- Sebanyak enam Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) fase 1 dibangun di bawah tanah.

Stasiun tersebut yakni Bundaran Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran HI.

Baca: VIDEO: Stasiun MRT Dukuh Atas Sudah 90 Persen, Begini Penampakannya

Sementara itu, permasalahan banjir di setiap tahun masih terus dialami masyarakat Jakarta.

Meski begitu, PT MRT Jakarta optimis pihaknya bisa menanggulangi permasalahan banjir dengan mempersiapkan berbagai strategi.

"Kalau masalah banjir, secara desain sudah kami lakukan antisipasi, entrance (pintu masuk) kami buat di atas batas banjir. Kalau di daerah rawan bajir kami tambahkan flat barrier semacam pembatas banjir di entrance agar air tidak masuk," ungkap Silvia Halim, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta saat acara media visit di Stasiun Dukuh Atas, Rabu (28/3).

Pihaknya juga mempersiapkan pumping system di semua lantai stasiun yang dibangun di bawah tanah. Tersapat dua pompa yang dipersiapkan di ujung stasiun.

"Dalam stasiun sendiri baik di level maupun tunnel ada pumping system untuk memompa air keluar area stasiun. Ada dua pompa, satu dipakai, satu lagi untuk cadangan. Setiap pompa diletakkan di ujung utara dan selatan," katanya.

PT MRT juga memasang water level censor di sungai yang alirannya melewati sejumlah stasiun MRT seperti di kanal banjir barat (KBB) dan Kali Krukut.

Ketika debit air mengalami kenaikan, sensor akan mendeteksi sehingga operasional stasiun bisa mempersiapkan diri.

Ke depannya, pihaknya akan mendorong kerjasama dengan sejumlah pintu air di Jakarta untuk memberitahukan sinyal apabila terjadi kenaikan debit air.

"Hal itu masih akan kami diskusikan lagi ke depannya," ujar Silvi. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved