Seratusan Diplomatnya Diusir dari 21 Negara, Rusia: AS Biang Kerok Aksi Ini 

Tindakan pengusiran tersebut dampak insiden serangan racun saraf terhadap mantan agen ganda Rusia, Sergei Skripal dan putrinya Yulia.

Seratusan Diplomatnya Diusir dari 21 Negara, Rusia: AS Biang Kerok Aksi Ini 
aljazeera.com
SERGEI Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia 

WARTA KOTA, MOSKWA --- Hingga kemarin, sekitar 130 diplomat Rusia mengalami pengusiran dari berbagai negara di dunia. Moskwa pun menuduh Amerika Serikat sebagai penyebab aksi pengusiran besar-besaran tersebut.

"Kami melihat (aksi pengusiran) ini sebagai akibat adanya tekanan yang besar, pemerasan yang luar biasa besar, yang mana merupakan instrumen utama AS di blantika internasional," ujar Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov di Uzbekistan, Selasa (27/3/2018) waktu setempat.

Baca: Yushchenko: Usir Diplomat Tidak Cukup, Rusia Harus Ditekan Lewat Militer

"Kami akan mengambil tindakan atas hal ini. Tidak diragukan! Tidak ada yang bisa tahan dengan perlakuan tidak sopan seperti ini, begitu pun kami," tambahnya dilansir AFP.

Setidaknya 130 orang agen yang bekerja di bawah perlindungan diplomatik diperintahkan keluar oleh 21 pemerintah negara di dunia pada Senin (26/3/2018).

Tindakan pengusiran tersebut sebagai dampak dari insiden serangan racun saraf terhadap mantan agen ganda Rusia, Sergei Skripal dan putrinya Yulia, di kota Salisbury, Inggris pada 4 Maret lalu.

Baca: Terbesar dalam Sejarah, 130 Diplomat Rusia Diusir dari Seluruh Dunia

Sebelumnya pemerintah Inggris telah lebih dulu mengusir 23 diplomat Rusia dari kedutaan besar di London dan dibalas dengan Moskwa yang melakukan tindakan serupa terhadap diplomat kerajaan Inggris.

Langkah pengusiran diplomat Rusia kemudian dilakukan oleh 16 negara anggota Uni Eropa (UE), beserta AS, Kanada, Ukraina, Norwegia, dan Albania. AS menjadi negara yang paling banyak mengusir agen Rusia, yakni mencapai 60 diplomat, dengan 48 orang dari kedutaan besar Rusia di Washington dan sisanya merupakan staf di markas besar PBB di New York.

Tindakan pengusiran tersebut menempatkan hubungan Rusia dengan negara-negara Barat di titik terendah di sepanjang sejarah di tengah ketegangan atas Ukraina dan juga Suriah.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved