Pengendara UBER Daftar Ulang di Grab di Hutan Kota Srengseng Jakbar
Para pengemudi UBER itu, terpantau mengikuti beragam tahapan, untuk bisa dapatkan ID, dan atribut Grab.
WARTA KOTA, KEMBANGAN -- Perusahaan teknologi penyedia jasa transportasi daring Grab akuisisi UBER, pada Senin (26/3/2018), lantaran UBER sepakat menjual bisnisnya itu di kawasan Asia Tenggara ke Grab.
Hal ini berdampak terhadap pengemudi UBER yang kebingungan akibat tak bisa mengorder penumpang.
Alhasil, Grab yang mengakuisisi UBER kemarin membuat puluhan pengendara UBER mengejar waktu dengan mendaftarkan dirinya ke Grab di Kawasan Hutan Kota Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, pada Selasa (26/3/2018).
Grab mengakuisisi UBER, yang didalam rangka membenahi bisnisnya dan sekaligus persiapan sebelum merangkak didunia bursa pada tahun depan nanti.
Kini, Kantor perwakilan Grab yang berada di Kawasan Hutan Kota Srengseng pun sering disatroni para pengendara UBER, hanya untuk mendaftar ke Grab.
Para pengemudi UBER itu, terpantau mengikuti beragam tahapan, untuk bisa dapatkan ID, dan atribut Grab.
Para pengemudi UBER ini, terlihat melakukan cek fisik kendaraannya, hingga test berkendara.
Bahkan, mereka itu mendengarkan penjelasan soal penggunaan aplikasi Grab sebelum dapat atribut Grab. Beberapa dari mereka ini, terlihat ada juga yang duduk mendaftar sembil tunggu antrean test.
"Saya sama pihak UBER kemarin ya disaranin, kalau daftar ke Grab saja. Berhubung, saya itu rumahnya dekat sini (Kantor Perwakilan Grab), wes lah.. Langsung saja daftar. Ini saja datang langsung daftar. Pendaftarannya, juga tak jauh beda. Paling dari rumah bawa KTP, SKCK, SIM, STNK, bawa motor. Itu saja," papar Hamid (33), selaku eks pengendara Ojek Online (ojol) UBER di Kawasan Hutan Kota Srengseng.
Tidak hanya membawa kelengkapan surat lain, namun dia juga wajib membayar Rp 100 Ribu, untuk Top-Up.
Bahkan ada beberapa eks UBER termasuk dirinya yang tak perlu lagi ikut test di lokasi.
"Kalau pengemudi baru ya test. Kalau saya itu kan bekas UBER, ya enggak perlu sih. Ini Jaket baru sekarang Jaket Grab, dadah UBER. Hehe," ucapnya.
Pengendara Eks UBER lainnya, Kisrun (39) akui mudah dan tidak ada kendala apapun ketika ia mendaftar di Grab.
"Enggak masalah sih, baik-baik saja. Sekarang, saya sudah pakai jaket Grab. Palingan ini jaket UBER mau saya taruh di lemari aja kali. Haha," katanya. (BAS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180327diakuisisi-para-pengendara-uber-daftar-grab-di-hutan-kota-srengseng-jakbar3_20180327_160945.jpg)